
Ruang Hampa
Dia menjadi potongan bait-bait indah, hadiah dari tuhan
Senyumnya bagai tumbuh kehidupan
Hati yang di penuhi semak belukar
Kini di tanami bunga mekar merekah
Aku tidak menemukan dirinya pada peran-peran lainnya
Akankah ada lembaran baru setelah sad ending?
Atau bertahan pada ambang kebisuan yang hening?
Ruang itu telah lama ditinggalkan
Rasanya tidak ingin berganti objek
Kesunyiaan ini mengajarkan kesetiaan
Tidak tau arah, ruang itu akan diisi dengan objek yang baru
Atau masih dengan aksara yang lama
Danau Indah
Bercinta dengan diksi-diksi adalah pilihan
Berkasih dengna lirik-lirik nan romantis adalah tujuan
Tanpa sadar tatapan mata itu, aku melihatnya
Menerka, hampa
Asmaraloka jenuh bermain
Sangkalan dan perasaan menjadi kode etik dalam berlogika
Tidak ingin menjadi lautan luas
Cukup menjadi danau-danau indah
Meskippun pada akhirnya semu belaka
Nestapa Kehancuran
Tuan, Bagaimana mungkin aku dapat menggapai bayanganmu?
Jika ruang kosong itu masih tertutup rapat
Tuan, Aku te;ah berdialog kepada tuhan
Akas dia memberi petunjuk-Nya
Dan situasi pun semakin runyam
Seolah aku adalah bangkai yang rela tercabik-cabik
Dalam nestapa kehancuran
Ruang Bersembunyi
Perumpamaan yang telah kau jelaskan
Bertujuan memahamkanku
Cerita-ceritamu tentang ruang hampa
Perjalanan panjang hidupmu
Aku mendengar semuanya
Dalam ruang tersembunyi dan selalu bersembunyi
Aku menyukaimu tanpa harapan yang sia
Seketika aku tersenyum
Hanyut dalam bayang ingin memilikimu
Namun aku sadar sebelum tertampar
Bahwa ruangmu masih tertutup rapat
Penulis: Nabila Rahayu
Editor: Rara Zarary

Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

