Iming-Iming Janji Revolusi Industri dan Modernitas

Iming-Iming Janji Revolusi Industri dan Modernitas


Sebuah ilustrasi revolusi industri (sumber: avepress)

Seiring berjalannya waktu, perubahan zaman terus melaju pesat. Berbagai industri tumbuh dengan cepat, sementara teknologi kian merambah seluruh lapisan masyarakat. Demi memenuhi kebutuhan industri dan pembangunan, pembukaan lahan serta pendirian gedung dan perumahan tak dapat dihindari. Akibatnya, ruang hijau semakin menyempit, pohon-pohon kian langka, dan kampanye menanam pohon sebagai upaya menghadapi krisis iklim pun bermunculan di mana-mana. Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan penting, bagaimana Islam memandang dan merespons persoalan lingkungan ini?

Kepentingan Industri dan Modernisasi

Masifnya perubahan modernitas, rupanya tidak selaras dengan dampak ekologi yang dihasilkan. Tujuan memudahkan manusia dalam segala aktivitas dianggap sebagai revolusi yang selalu terkesan menakjubkan. Munculnya pabrik-pabrik besar serta pembuatan barang dan properti menjamur diberbagai wilayah. Namun, limbah pabrik tidak pernah menjadi fokus perhatian. Munculnya produk plastik seperti balon yang ditiup secara perlahan. Tampaknya terlihat bagus dan menjanjikan, faktanya plastik semakin berserakan memenuhi berbagai lapisan alam dan mencemarinya.

Baca Juga: Fikih Industri: Definisi, Ruang lingkup, dan Paradigma

Begitupun dengan tisu menjadi kebutuhan setiap menusia, pohon ditanam bukan untuk kelestarian alam, namun memenuhi permintaan pasar. Sama halnya dengan minyak sawit yang semakin digemari dapur Indonesia, mau tak mau kebun sawit diluaskan. Begitu masifnya pembukaan lahan manimbulkan berbagai permasalahan baru.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Banjir bandang menyerang, tsunami menghantam, kemarau berkepanjangan, pencemaran sanitasi, udara semakin buruk dan minimnya oksigen sehat sehingga serangan berbagai penyakit menghantui. Gatal-gatal, diare, tifus, demam berdarah, malaria, asma, penyakit jantung, kanker dan berbagai penyakit lainnya adalah efek kerusakan lingkungan. Tanpa disadari ini diakibatkan perubahan modernitas yang tidak melihat dampak buruk jangka panjang.

Satu abad terakhir merespon kerusakan alam yang semakin takterbantahkan membuat berbagai agamawan menggaungkan pentingnya menjaga lingkungan. Menyelamatkan bumi dengan berbagai cara. Ulama muslim gencar membahas dalil-dalil al-Qur’an dan hadis untuk menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan. Negara juga ikut andil dalam membuat aturan larangan perusakan alam.

Peran Islam

Sebagai agama terbesar, sudah semestinya tanggap dan responsif terhadap berbagai problem. Belakangan muncul kalangan ulama yang mengkaji ekologis secara mendalam. Seyyed Hossein Nasr dan Yusuf al-Qaradawi, yang mempromosikan gerakan Islam Hijau dengan penekanan pada nilai-nilai spiritual dan moral dalam menjaga kelestarian alam. KH. Ali Yafie menulis buku “Merintis Fiqih Lingkungan Hidup” sebagai upaya mencegahan dan menjaga lingkungan hidup.

Baca Juga: Revolusi Mental: Pahami Pola Pikir Terbuka, Toleran, dan Demokratis

Mengingat ulama dalam islam adalah tonggak pergerakan ummat, dimana perkataan ulama akan menjadi pedoman dan diamalkan. Maka KH. Ali Yafie menulis buku tersebut tidak lain agar umat muslim sadar dan ikut serta menjaga lingkungan. Kemudian disusul berbagai pondok pesantren menggerakan kegiatan ramah lingkungan.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Basnang Said membuat gerakan menanam penanaman pohon di pondok pesantren di seluruh pesantren. Dalam menyambut peringatan Hari Santri 2024, sebanyak 50.600 pohon ditanam di pesantren-pesantren seluruh Indonesia. Simbolisnya dilakukan di Pondok Pesantren Al Hamid. Dengan harapan Lima tahun kedepan, pohon-pohon tumbuh dan berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang lebih hijau.

Selaras dengan program tersebut, pondok pesantren at-tariq sebagai pesantren ekologi sejak akhir tahun 2009 membentuk karakter santri peduli lingkungan. Mengajak para santri berkebun dan menanam tanpa merusak ekosistem alam. bertani dengan cara kuno dan tidak menggunakan pupuk kimia sebagai bentuk menjaga alam.

Tebuireng merespon dengan membangun lembaga baru, Bank Sampah Tebuireng (BST) dalam rangka membasmi sampah dengan prinsip zero waste atau gerakan minim sampah. Setiap hari BST mengangkut sampah pesantren kemudian memilahnya dan mengolah menjadi produk baru yang lebih bermanfaat dan mengurangi pencemaran lingkungan tentunya. Selain itu BST memiliki program edukasi, dengan begitu para santri dan warga sekitar dapat merubah mindset mengenai sampah dan bisa berbenah sejak dalam pikiran.

Peran Negara

Sebagai negara hukum sudah semestinya ikut andil membuat undang-undang pemeliharaan dan penjagaan lingkungan hidup dan mempertegas aturan. Dengan memberi hukuman yang berat dan setimpal dengan apa yang dikerjakan setidaknya akan membuat pelaku kerusakan alam jera. Namun, fakta menakjubkan, negara melindungi para pelaku kerusakan alam dibalik topeng kelertarian alam.

Baca Juga: Industrialisasi Menurut Kacamata Islam

Berbagai pabrik, tambang dan industri lainnya yang merusak alam sudah seharusnya mendapat sanksi bukan malah didukung. Statement pohon sawit dianggap sama dengan pohon lainnya tidak sepatutnya muncul dalam prkataan orang nomor satu di indonesia. Mengutip Mertani yang ditulis oleh Ishmah Nurhidayati 25 Agustus 2023 Hutan sawit selain menghasilkan minyak yang menjajikan. Pohon sawit memunculkan berbagai problem baru, diantaranya: deforestasi hutan, kerusakan habitat, pencemaran tanah & air, serta menghasilkan gas emisi rumah kaca

Iming-iming akan menjadi negara maju dengan mengolah nikel dan membuat batrai mobil listrik terdengar sangat menarik. Faktanya kekayaan alam tergerus, hutan lindung perlahan hilang, ekosistem alam rusak, dan konflik dengan adat setempat makin runyam. Dengan begitu, peran negara sudah selayaknya untuk dievaluasi kembali.



Penulis: Aulia Rachmatul Ummah
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *