Menemukan Makna Self Reward | Tebuireng Online

Menemukan Makna Self Reward | Tebuireng Online


Ilustrasi self reward (sumber: kompascom)

Self reward adalah bentuk penghargaan yang diberikan seseorang kepada diri sendiri sebagai wujud apresiasi atas usaha, kerja keras, atau pencapaian yang berhasil diraih. Seseorang pada masa transisi dari remaja menuju dewasa awal umumnya sedang menghadapi banyak perubahan dan tuntutan hidup, seperti tanggung jawab akademik di bangku kuliah, penyesuaian sosial di lingkungan pertemanan baru, hingga pencarian jati diri yang kerap bersinggungan dengan nilai-nilai agama dan budaya.

Dalam perspektif Islam, self reward dapat dipahami sebagai bentuk rasa syukur (syukur) kepada Allah SWT. Dengan menghargai setiap usaha dan keberhasilan, seorang muslimah diingatkan untuk senantiasa menyadari bahwa semua capaian adalah berkat izin dan pertolongan-Nya. Rasulullah SAW pun mencontohkan untuk menghargai diri dengan istirahat yang cukup, makan makanan halal nan bergizi, bahkan menghias diri untuk menjaga harga diri dan rasa percaya diri di hadapan suami kelak.

Baca Juga: Dikit-dikit Self Reward, Begini Cara Bijak Menyelamatkan Keuangan

Memberikan penghargaan kepada diri sendiri bukan hanya sekadar soal materi, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur atas setiap pencapaian yang berhasil diraih, sekecil apa pun itu. Dalam ajaran Islam, bersyukur merupakan salah satu kunci keberkahan hidup sebagaimana tertuang dalam firman Allah SWT pada QS. Ibrahim ayat 7:

Contents

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras. (QS. Ibrahim:7)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Melalui self reward, muslimah dapat menjaga semangat dan motivasi untuk terus berusaha dan memperbaiki diri, baik dalam urusan dunia maupun ibadah, karena dengan menghargai setiap proses, ia belajar melihat betapa besar nikmat dan karunia Allah SWT yang memampukan segala upaya. Self reward bukan hanya mendatangkan kepuasan batin secara duniawi, tetapi juga menguatkan spiritualitas seorang muslimah agar senantiasa optimis, percaya diri, dan selalu bersyukur dalam setiap fase kehidupannya.

Dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa Self reward berperan dalam menumbuhkan motivasi kerja, mencegah kelelahan mental (burnout), sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, yang mana hal ini sangat berarti bagi perempuan muslimah yang kerap berhadapan dengan tekanan ganda dari tuntutan sosial maupun kewajiban agama; dengan pemberian penghargaan diri yang seimbang, mereka dapat memelihara kesehatan mental dan menjaga keseimbangan hidup secara lebih optimal.

Baca Juga: Masih Perlukah Self Reward?

Seseorang yang berada pada masa transisi dari remaja menuju dewasa awal umumnya sedang berada pada fase penting dalam menemukan jati diri sekaligus mengembangkan potensi diri sebaik-baiknya. Dalam proses tersebut, self reward dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk mencegah timbulnya stres dan kelelahan akibat berbagai beban tugas akademik maupun sosial yang kian kompleks.

Islam sendiri mengajarkan keseimbangan dalam menjaga diri, dengan menekankan pentingnya tidak berlebihan dalam bekerja maupun beristirahat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya badanmu mempunyai hak atasmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan menghargai diri melalui self reward yang tepat, perempuan muslimah dapat tetap semangat, terhindar dari kelelahan mental, serta menjaga kesehatan fisik dan spiritual secara berkesinambungan.

Self reward tidak harus barang-barang mewah atau tindakan yang cenderung pemborosan, namun juga dalam wujud penghargaan diri yang dapat berupa amalan ibadah sunnah yang menenangkan hati, seperti menunaikan shalat dhuha, bersedekah kepada yang membutuhkan, atau bahkan melaksanakan umrah bila Allah SWT memberikan kemampuan. Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang melarang perilaku berlebih-lebihan (israf) dan selalu mendorong agar setiap aktivitas membawa seorang muslimah semakin dekat kepada Sang Pencipta, sebagaimana tertuang dalam firman-Nya pada QS. Al-Maidah ayat 77:

 لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ

“Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (urusan) agamamu tanpa hak.”

Baca Juga: Awas! Self Healing Bisa Membahayakan Bila Salah Kaprah

Alhasil, self reward dalam perspektif Islam bukan hanya bermanfaat secara psikologis untuk menjaga semangat dan kesehatan mental, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas spiritualitas serta rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Ayat di atas mengingatkan agar self reward tidak menjadi ajang pemborosan atau hedonisme yang justru merugikan diri sendiri dan orang lain.

Penting bagi seseorang untuk mengelola penghargaan diri secara bijak, misalnya dengan menyiapkan anggaran khusus atau memilih bentuk reward yang bermanfaat dan tidak mengganggu tanggung jawab finansial. Dengan penghargaan diri yang proporsional dan sesuai nilai Islam, seseorang dapat menjaga motivasi, kesehatan mental, dan spiritualitas. Ini bukan hanya soal memberi hadiah, tetapi juga bentuk syukur, muhasabah, dan penguatan diri agar mampu berkontribusi optimal bagi keluarga, masyarakat, dan agama.



Penulis: Silmi Adawiya, Mahasiswa Doktoral S3 UIN Malang



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *