
Khutbah Jumat oleh: Drs. KH. Amir Jamiluddin
Contents
أَلْحَمْدُ لِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، أَمَّا بَعْدُفَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، وَاتَّقُوْا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن وَأَطِیعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَـٰزَعُوا۟ فَتَفۡشَلُوا۟ وَتَذۡهَبَ رِیحُكُمۡۖ وَٱصۡبِرُوۤا۟ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِینَ
Hadirin umat Islam yang dimuliakan oleh Allah SWT

Bulan ini adalah bulan kelahiran Rasulullah. Mari kita meningkatkan takwa kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan cara menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, sekaligus menjauhi larangan-larangan Allah serta Rasul-Nya. Serta membersihkan hati dari kotoran-kotoran hati. Dalam ayat yang disebutkan tadi, kita diperintahkan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian jangan saling bertengkar, jika saling bertengkar akan menjadi lemah dan hilang kekuatan.
Baca Khutbah lain:
Momen Kemerdekaan, Apa Komitmen Umat Islam untuk Indonesia?
Jika Hidup Terasa Hampa, Kembalilah kepada Al-Qur’an
Akhir Zaman, Ikuti Ulama yang Memiliki Khasyah Tinggi
Apabila seluruh rakyat taat kepada Allah, insya Allah negeri ini akan menjadi negeri yang makmur, tenteram, dan jauh dari kekacauan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَلَوۡ أَنَّهُمۡ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوۡا۟ لَمَثُوبَةࣱ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ خَیۡرࣱۚ لَّوۡ كَانُوا۟ یَعۡلَمُونَ
“Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu.” [Surat Al-Baqarah: 103]
Allah memerintahkan untuk menjauhi segala larangan-Nya, termasuk berbohong, menyebarkan kebohongan, dan fitnah. Sejarah mencatat bahwa Rasulullah pernah difitnah lewat istrinya Aisyah yang dianggap bermain di belakang Rasul dengan sahabat Shafwan ibn Mu’addhal. Fitnah itu bisa ditudukan hanya karena perkara sepele. Yakni saat perang usai, ada sahabat yang ditugaskan untuk bebersih alat perang atau barang berharga yang ketinggalan di medan perang.
Kebetulan saat itu yang ketinggalan adalah bukan alat perang, melainkan istri Rasulullah. Sehingga istri Nabi diminta oleh sahabat Shafwan untuk naik ke untanya. Sementara sahabat Shafwan berjalan menuntun untanya. Melalui kejadian itu orang-orang Yahudi Madinah menuduhkan fitnah kepada istri Rasulullah.
Maka dari itu kita harus waspada. Sebagai umat Islam jangan gampang terprovokasi, menyebarkan berita bohong. Seseorang yang menyebarkan segala hal yang ia dengar merupakan termasuk pembohong. Sebagaimana dalam hadis:
كَفَى بالمرءِ كذِبًا أن يحدِّثَ بِكُلِّ ما سمِعَ
“Hanya dengan menyebarkan segala hal yang didengar, seseorang dianggap pembohong.”
Lalu fitnah juga terjadi ketika kepemimpinan Usman ibn Affan. Beliau dituduh nepotisme karena banyak saudaranya diangkat menjadi gubernur. Hal tersebut dianggap nepotisme lantaran mengutamakan keluarga daripada profesionalisme. Kemudian banyak juga tuduhan korupsi terhadap beliau. Namun, hal itu ditepis oleh Sayyidina Usman. Sebab sebelum menjadi khliafah beliau adalah saudagar kaya raya, setelah menjabat khalifah unta beliau hanya tinggal dua. Nahasnya beliau terbunuh di tengah bacaan AL-Qur’annya.
Hal itu merupakan bentuk fitnah yang dilancarkan oleh orang-orang yang tidak senang terhadap Islam, bisa jadi orang-orang hiprokrit (munafik) atau orang non-muslim. Saya kira banyak orang dengan perangai-perangai tersebut di akhir zaman ini, bahkan dari kalangan pejabat. Sebagaimana dalam hadis:
إيَّاكُمْ والظَّنَّ، فإنَّ الظَّنَّ أكْذَبُ الحَديثِ
“Janganlah berburuk sangka, sebab buruk sangka itu ucapan paling bohong.”
Kalau orang sudah diberi nur ilahi, maka hatinya akan menjadi terang, seperti ruang gelap yang diberi lampu. Seorang akan tahu mana kasur, mana kursi, mana lantai, mana atap. Seorang mukmin jangan sampai gampang tersulut emosi. Jangan gampang mengikuti yang tidak benar. Semoga kita menjadi umat mukmin yang tidak mudah tersulut emosi
أَعُوْذُ بِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسآءَ فَعَلَيْهَا وَمَارَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيْدِ. بَارَكَ
اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلأٓيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Ditranskip oleh: Yuniar Indra Yahya
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

