
Tebuireng.online— Sebelum seluruh rangkaian acara Nasyrus Sanad berlangsung, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, memberikan sambutan dan pesan penting kepada seluruh peserta. Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah Surabaya itu menegaskan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya ilmu.
“Ilmu adalah cahaya yang abadi. Ilmu akan mengangkat derajat manusia dan menjaga ajaran Islam tetap murni. Rasulullah telah mengingatkan, ‘Siapa yang tidak memiliki ilmu, maka nasab (keturunan) tidak memberi manfaat’,” tegas Kiai Miftachul Akhyar, Sabtu (12/7) di masjid Pesantren Tebuireng.
Beliau juga mengajak para peserta untuk terus menuntut ilmu di mana pun berada, baik di dalam maupun luar negeri, sebagaimana sabda Nabi Muhammad: “اُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ Artinya: Tuntutlah ilmu meskipun sampai ke negeri Cina,” tuturnya menyampaikan nasihat.
Baca Juga: Hadiri Nasyrus Sanad, Gus Yahya Ungkap Alasan Memilih Pesantren Tebuireng
Untuk diketahui, Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) menggelar kegiatan Nasyrussanad dan Musyawarah Transformasi Pesantren ini sejak Sabtu (12/7/2025) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Acara ini digelar atas mandat Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).


Baca Juga: Kiai Abdul Aziz Sukarto Pimpin Ngaji Shahih Bukhari Bersama Pengurus RMI PBNU di Tebuireng
Acara ini dihadiri jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, PWNU, PCNU, pengurus RMI dari berbagai wilayah, serta lebih dari 100 pengasuh pondok pesantren dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Turut hadir pula pejabat dari pemerintah daerah, Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, serta pejabat Kabupaten Jombang.
Dengan acara ini, RMI PBNU menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan dan sanad pesantren, serta mendorong transformasi pendidikan pesantren yang adaptif dan relevan dengan tantangan zaman.
Baca Juga: KH. Yahya Cholil Staquf: Sanad Keilmuan adalah Tulang Punggung Tradisi Pesantren
Kegiatan diawali dengan kuliah umum yang menghadirkan sejumlah narasumber ternama. Dr. KH. Zulfa Mustofa membawakan tema Nasyrussanad sebagai Ikhtiar Merawat Tradisi Keilmuan Pesantren. Sementara Prof. Masdar Hilmy, MA., Ph.D., membahas Transformasi Pendidikan Pesantren Menuju Integritas Global, dan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., menyampaikan materi bertajuk Transformasi Tata Kelola Pesantren.
Usai kuliah umum, para peserta melaksanakan metode pembelajaran khas pesantren yaitu sorogan dan bandongan. Ini menjadi simbol kuat pelestarian tradisi keilmuan dan sanad keilmuan dalam dunia pesantren.
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

