Hadiri Nasyrus Sanad, Gus Yahya Ungkap Alasan Memilih Pesantren Tebuireng

Hadiri Nasyrus Sanad, Gus Yahya Ungkap Alasan Memilih Pesantren Tebuireng


Ketua PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Nasyrus Sanad di Pesantren Tebuireng. (foto: dimas)

Tebuireng.online– Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), serta para kiai dari berbagai pesantren di Indonesia, hadiri kegiatan Sambung Sanad Keilmuan (Nasyrussanad) dan Musyawarah Pesantren. Dalam sambutannya, Gus Yahya menekankan pentingnya kegiatan sambung sanad sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan keilmuan Islam di pesantren.

“Saat ini terdapat sekitar 42 ribu pesantren di Indonesia dengan jumlah santri mencapai 5 juta orang. Ini adalah kekuatan besar. Maka, kegiatan Nasyrussanad sangat penting agar NU dan pesantren dapat terus bertahan menghadapi tuntutan zaman,” ujarnya.

Baca Juga: Sambung Sanad Keilmuan Hadratussyaikh, RMI PBNU Gelar Nasyrus Sanad di Tebuireng

Gus Yahya juga menjelaskan alasan dipilihnya Pesantren Tebuireng sebagai tuan rumah kegiatan ini. Menurutnya, dalam tradisi pesantren klasik, terdapat tiga pesantren yang dianggap sebagai tempat belajar paripurna bagi santri, yaitu: Pondok Pesantren Termas, Pacitan, yang unggul dalam studi fiqih di bawah bimbingan KH Dimyathi. Pondok Pesantren Kasingan, Jawa Tengah, yang diasuh oleh KH Kholil Harun bin Kholil. Dan Pesantren Tebuireng, Jombang, yang didirikan dan diasuh oleh KH Hasyim Asy’ari.

Ketiganya dianggap memiliki peran penting dalam pembentukan tradisi keilmuan Islam di Nusantara. Di antara ketiganya, menurut Gus Yahya, Tebuireng adalah yang paling penting dan menjadi tempat terakhir bagi santri untuk menyempurnakan keilmuan, terutama dalam bidang hadis.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Baca Juga: RMI PBNU Gelar Pembukaan Nasyrus Sanad dan Musyawarah Transformasi Pesantren

“Mengapa Tebuireng dianggap paling penting? Karena Kiai Hasyim Asy’ari adalah ahli hadis yang memiliki sanad keilmuan langsung bersambung kepada Rasulullah. Maka, para kiai pada masa itu merasa wajib memperoleh sanad hadis dari beliau,” jelasnya.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua pekan ke depan dan tidak hanya berisi prosesi ijazah sanad atau transmisi keilmuan secara formal, tetapi juga dilakukan dengan metode bil dirosah (belajar secara aktif), bukan hanya bil riwayah (sekadar mendengar). Selain itu, para peserta juga akan berdiskusi mengenai transformasi pendidikan pesantren di era modern.

Baca Juga: Gus Kikin Ceritakan Bagaimana Tebuireng Menjaga Sanad Keilmuan

“Kegiatan ini adalah ikhtiar besar yang harus dijalani dengan keseriusan. Harapannya, acara ini dapat meninggalkan jejak keberkahan dan menjadi warisan berharga hingga akhir zaman, dengan wasilah dari Kiai Hasyim Asy’ari,” pungkas Gus Yahya.

Untuk diketahui, acara ini merupakan hasil kerja sama antara Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Pesantren Tebuireng, dengan menggelar kegiatan Sambung Sanad Keilmuan (Nasyrussanad) dan Musyawarah Pesantren, yang diselenggarakan pada Sabtu 12 Juli 2025, di Aula Lantai 3 Yusuf Hasyim, Kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang.



Pewarta: Dimas Setyawan Saputro

Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *