Gus Kikin Kenang Sejarah Resolusi Jihad

Gus Kikin Kenang Sejarah Resolusi Jihad


Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz memberi sambutan acara Halaqah Kebangsaan (foto: irsyad)

Tebuireng.online– Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Pesantren Tebuireng menggelar Halaqah Kebangsaan bertema “Memaknai Ulang Resolusi Jihad: Dari Pesantren untuk Kemaslahatan Bangsa”. Acara ini menjadi rangkaian kegiatan menuju peluncuran Hari Santri Nasional 2025 yang akan dibuka pada siang harinya. Halaqah digelar di Masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Senin (22/9/2025), yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting.

Turut hadir Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Roziqi, Ketua Presidium Nasional IKAPETE, Prof. Masykuri Bakri, jajaran dzurriyah KH. Hasyim Asy’ari, Kasubdit Ma’had Aly Kemenag Prof. Dr. Machrus El-Mawa, serta Prof. Masdar Hilmy yang hadir sebagai salah satu narasumber.

Baca Juga: Halaqah Kebangsaan: Resolusi Jihad Lahir dari Situasi Konkret Perlawanan Bangsa

Dalam sambutannya, KH. Abdul Hakim Mahfudz yang juga Ketua PWNU Jawa Timur menegaskan pentingnya meneladani perjalanan panjang bangsa Indonesia dari masa penjajahan hingga mencapai kemerdekaan. Ia menyebut perjuangan rakyat tidak hanya berhenti pada Proklamasi 17 Agustus 1945, melainkan berlanjut ketika pasukan Inggris dan Belanda kembali masuk ke Indonesia.

“Setelah proklamasi, pasukan Inggris dan Belanda masuk lagi ke Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, hingga merembet ke Jawa Timur. Dari sinilah pertempuran Oktober 1945 meletus,” ungkap Gus Kikin.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Cicit Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari itu menuturkan, pertempuran tersebut bermula dari sidang Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) di Surabaya pada 22 Oktober 1945. Dalam sidang itu lahir keputusan bersejarah yang dikenal sebagai Resolusi Jihad, yang menyerukan kewajiban umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Halaqah Aswaja Tebuireng: Meneguhkan Pendidikan di Era Krisis Karakter

“Resolusi jihad dan ukhuwah yang dibangun para ulama membuat bangsa ini bersatu hingga mampu menahan gempuran pasukan Inggris dan Belanda. Akhirnya, dunia internasional mengakui kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.

Menurut Gus Kikin, resolusi jihad bukan hanya catatan sejarah, melainkan warisan berharga yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. “Resolusi jihad memiliki makna luar biasa bagi ulama dan pondok pesantren. Semangat ini harus tetap kita rawat agar generasi muda mampu mengisi kemerdekaan dengan nilai kebangsaan yang kokoh,” pesannya.



Pewarta: Nurdiansyah Fikri
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *