
Tebuireng.online- Pesantren Sains Tebuireng Jombok menggelar simulasi pemadaman kebakaran yang melibatkan enam anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jombang. Kegiatan yang berlangsung di Balai Diklat Pesantren Tebuireng itu bertujuan memberikan edukasi kepada para ustadz dan ustadzah mengenai cara pencegahan dan penanganan kebakaran, Senin (8/9/2025).
Kepala Koordinasi Damkar Jombang, Bapak Syamsul, menegaskan bahwa keberadaan damkar di setiap wilayah sangat penting.
“Kami bukan hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga memberikan edukasi tentang pencegahan bencana kebakaran. Inilah bentuk upaya kami agar masyarakat lebih siap menghadapi musibah,” ungkapnya saat diwawancarai.
Menurut data, Damkar Jombang memiliki empat pos yang tersebar di beberapa titik strategis wilayah Kabupaten Jombang. Pos-pos ini berfungsi mempercepat respons ketika terjadi kebakaran. “Semakin dekat pos dengan lokasi, semakin cepat pula api bisa ditangani,” tambah Syamsul.
Dalam pelatihan tersebut dijelaskan bahwa musibah kebakaran terbagi menjadi dua jenis, yaitu kebakaran akibat faktor alam dan non-alam. Selain itu, kebakaran juga dapat ditimbulkan oleh ulah manusia maupun hewan. Misalnya, manusia kerap lupa mematikan kompor atau alat listrik, sedangkan hewan seperti tikus bisa menggigit kabel hingga menimbulkan percikan api.

Pak Muchlis, salah satu petugas Damkar yang memberikan materi, menekankan pentingnya kesiapan setiap rumah dalam menghadapi risiko kebakaran.
“Harus ada upaya pencegahan. Minimal setiap rumah memiliki alat pemadam kebakaran. Tidak hanya punya, tapi juga bisa menggunakannya dengan benar,” tegasnya. Ia menambahkan, kemampuan menduplikasi pengetahuan itu kepada orang terdekat juga penting, karena kebakaran bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.
Dalam sesi materi, peserta dikenalkan dengan dua jenis alat pemadam api, yaitu tradisional dan modern. Alat tradisional menggunakan benda sederhana di sekitar ruangan, seperti kain, lap, handuk, dan air, yang efektif bila api masih kecil. Sementara itu, alat modern meliputi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dengan berbagai jenis isi seperti air, busa, CO2, dan serbuk kimia kering; APAB (Alat Pemadam Api Berat); fire blanket; hydrant dan selang pemadam; hingga sistem otomatis seperti sprinkler.
Usai materi, beberapa ustadz dan ustadzah diminta melakukan simulasi pemadaman api. Mereka berlatih langsung menggunakan alat yang telah dijelaskan. Latihan ini menjadi pengalaman berharga bagi para tenaga pendidik agar mampu bertindak cepat jika suatu saat menghadapi kebakaran di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya tanggung jawab damkar, tetapi juga masyarakat luas. Edukasi dan simulasi di Pesantren Sains Tebuireng menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi dalam menjaga keselamatan bersama.
Pewarta: Alfiya Hanafiyah
Editor: Sutan
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

