Cinta Melintasi Waktu dalam Jejak Majapahit

Cinta Melintasi Waktu dalam Jejak Majapahit


Novel MADA karya Gigrey (sumber: akadmediacakrawala)

Kisah dalam novel MADA a historical fiction novel dimulai ketika Ghendis, seorang jurnalis muda, mendapat tugas meliput acara bedah buku karya seorang penulis bernama Armada Biru di Yogyakarta. Pada kesempatan itu, ia tak sengaja bertemu dengan seorang pria tak dikenal yang memanggilnya dengan sebutan “Adinda” dan menyebut dirinya sebagai “Kangmas.”

Pertemuan dengan Armada Biru membuat Ghendis merasa pernah melihat sosok itu sebelumnya. Perasaan aneh itu ternyata sudah ia alami sejak usia lima belas tahun, sepulang dari study tour ke Trowulan. Sejak saat itu, Ghendis sering melihat potongan-potongan adegan masa lalu yang sulit dijelaskan. Banyak orang menganggapnya sekadar déjà vu.

Suatu hari, Ghendis pergi berlibur bersama sepupunya ke pantai untuk menghabiskan waktu terakhir bersama Mbak Lastri sebelum menikah. Saat bermain air, ia merasakan keanehan: air laut yang hangat tiba-tiba menyeretnya ke masa lalu. Ia pun tersadar berada di tahun 1355, tepat pada masa pemerintahan Sri Rajasanegara Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit.

Ghendis kini hidup sebagai putri dari pasangan Empu Gading dan Nyai Dhedes, peracik obat istana. Dalam kehidupan barunya, ia dipertemukan dengan seorang tokoh besar: Mahapatih Gajah Mada. Sosok Gajah Mada digambarkan mirip dengan Armada Biru. Keberanian dan keteguhan hati Ghendis membuat sang mahapatih jatuh cinta, hingga mereka akhirnya menikah.

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung selamanya. Tragedi besar yang hingga kini masih menjadi pantangan bagi orang Sunda ikut mewarnai jalan cerita. Pada bagian akhir, Ghendis kembali ke masa depan, ke keluarganya yang asli, sekaligus menyadari keterkaitan misterius antara Gajah Mada dan Armada Biru.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Novel ini menggabungkan unsur sejarah, fantasi, dan romansa dengan alur cerita yang penuh kejutan. Bahasa yang digunakan cukup sederhana sehingga mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan. Selain menyajikan kisah cinta yang menyentuh, buku ini juga memperkenalkan sejarah Majapahit dengan cara yang menarik dan tidak membosankan.

Beberapa bagian masih ditemukan kesalahan ketik serta kurangnya ketelitian dalam penulisan, sehingga sedikit mengganggu kenyamanan membaca.

Secara keseluruhan, Cinta dalam Masa yang Berbeda adalah novel yang menarik dan layak dibaca. Perpaduan sejarah dan romansa membuat cerita ini penuh emosi, plot twist, dan pesan moral. Buku ini sangat direkomendasikan, baik sebagai bacaan santai maupun sebagai tambahan koleksi di perpustakaan pribadi.



Identitas Buku
Judul: MADA a historical fiction novel
Penulis: Gigrey
Penerbit: Akad
Tahun Terbit: 2022
ISBN: 978-623-5953-60-1
Jumlah Halaman: 428 halaman
Peresensi: Wan Nurlaila Putri


 



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *