Bu Nyai Lelly Lailiyah Hakim Beri Pesan Khusus kepada Santri Husada

Bu Nyai Lelly Lailiyah Hakim Beri Pesan Khusus kepada Santri Husada


Ibu Nyai Lelly Lailiyah Hakim, M.M, memberi pesan kepada para santri dalam acara Anniversary Santri Husada (foto: dimas)

Tebuireng.online— Anniversary ke-16 Santri Husada (SANHUS) Pesantren Tebuireng menggelar kegiatan seminar kesehatan dengan tema “Mental Wellness & Life Balance Ala Santri Digital”, di Aula lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim, Jumat (15/8/2025). Pada kegiatan tersebut, Bu Nyai Hj. Lelly Lailiyah Hakim, turut hadir dan juga menyampaikan beberapa pesan khusus kepada Santri Husada.

“Kalian yang berada di sini adalah santri-santri pilihan, yang mana kalian dikumpulkan di Pesantren Tebuireng, dengan muassisnya sosok Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari yang merupakan sosok pemerhati Pendidikan. Sehinngga beliau juga mendapatkan gelar sebagai bapak keislaman di Indonesia dan beliau juga hafal dari 6 kitab hadis,” ungkap Istri Pengasuh Pesantren Tebuireng itu.

Baca Juga: Santri Husada Tebuireng Gelar Baksos di Panti Asuhan At-Tin, Usung Semangat Kepedulian

Lebih lanjut, Nyai Lelly, mengungkap pada santri, “kalian yang menjadi Santri Husada  memiliki dua peran fungsi. Jika berada di sekolah dan pondok pesantren, kalian mendapatkan pendidikan karakter. Adapun ketika berada di ogranisasi Santri Husada kalian diharapakan mempunyai talent mengenai ilmu kesehata,” imbuhnya.

Santri Husada (Sanhus) Tebuireng foto bersama para pemateri, pembina dan undangan dalam acara Anniversay ke-16 SANHUS. (foto: dimas)

Beliau juga sedikit mengisahkan bagaimana sejarah pendirian Santri Husada, yang mana saat Menteri kesehatan membuat program mengenai Santri Husada, Pesantren Tebuireng langsung membentuk tim untuk mendirikan wadah organisasi Santri Husada tersebut.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Bu Nyai Lelly Lailiyah Hakim, tak lupa menjelaskan dan menguraikan bahwa di Pesantren Tebuireng memiliki sebuah jargon yang saat ini menjadi pijakan bagi para santri, dan juga guru-guru di Pesantren Tebuireng dalam bentuk ejaan BERKAH.

Baca Juga: Anniversary ke-14, Santri Husada Gandeng PMI Jombang Gelar Donor Darah

“Berkah sendiri adalah kebaikan yang terus-menerus bertambah. Etika itu adalah perhatian kepada teman, kepada orang yang lebih tua, disini diajarkan oleh pondok. Religius, setiap hari kalian (para santri) diminta untuk beribadah, jangan lupa bersyukur untuk tiap hari. Kreatif, disini adalah dibutuhkan kreativitas dalam hal-hal kegiatan Santri Husada. Amal sholeh, ini harus dikumpulkan dengan baik. Terakhir yakni hikdmat, yang mana organisasi santri husada ini menjadi wadah untuk berkhidmat,” tegasnya.

Terakhir beliau mendoakan kepada para Santri Husada yang hadir agar kelak mereka semua dapat suskses pada bidangnya masing-masing. “Selamat berkarya, selamata menjadi orang-orang yang sukses dibidangnya masing-masing.” Tutupnya.



Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *