
Bertaut di Sujud
Lewat mentari meredup
kisah belum usai
lewat bulan memeluk
tergambar jejak risau
; semua karena
kalbu belum melekat di sujud
seperti halnya memaknai
dan cahaya jiwa pun menyadarkanku
‘aku merasakan kebesaran-Mu, Tuhan’
(apapun resahmu hamparkan sajadahmu)
-2024
Yazidu wa Yanqus
Cahaya yang meraih semua arah
kata mereka hanya keterbatasan waktu
walau tawarkan sempurna jiwa
tapi bukan yang telah dicapainya
lihatlah apa yang diutarakan
rahasia getaran di antara nyanyian
dan detak jiwa yang mendengar
akhirnya syahdu dan indah
kegandrungan gerak
kadang menimbang elok tentang kebenaran
kadang pula tawarkan kemuliaan
sikapi bijak maknanya hati di baliknya
perantara ini menjerumuskan
perenungan sampai kapan pun
seperti iman secara fitrah
Yazidu Wa Yanqus
-2020
Memeluk (Pualam) Cahaya
Cahaya memudar
menyerupai perihal luka
resah berkecamuk
terbelenggu emosi bertaut
pada ujung malam menjelma pualam,
mengeja lembaran do’a bernaung
; atas resah memeluk cahaya
-2024
Samudera Rabbul Izzati
Jejak ini merindukan hati yang bertaut
seakan mengukir akan ada sebuah akhir
mengingatkan sesuatu yang tak pernah berakhir
adalah tujuan untuk seiring
layaknya sebongkah batu yang baik
terhampar di bumi
kerasnya menjelma kekuatan
kokohnya menantang angkuh
kayaknya sebatang kayu yang utuh
bercabang menggapai impian
berakar menyambut asa yang terang
berbuah tanpa pedulikan temaram
Rabbul Izzati…
labuhkan kekuatan untuk mendampingimu
seperti merindukan syahid di jalan-Mu
menjaga agar tiada lalai rindukan surga-Mu
-2020
Penulis: Sultan Musa, berasal dari Samarinda – Kalimantan Timur. Karya – karyanya masuk dalam beberapa Antologi bersama penyair Nasional & Internasional. Buku tunggalnya bertajuk “Titik Koma” nomine buku puisi unggulan Penghargaan Sastra 2021 Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Dan puisinya terpilih juga pada event “Challenge Heart and Art for Change” Collegno Fòl Fest Turin – ITALIA (2024). Puisinya juga berhasil lolos kurasi dan dipamerkan pada event “Kalang Exhibition” digagas oleh Triaksara Pengairan – Malang (2025). Tercatat pula dibuku “Apa & Siapa Penyair Indonesia – Yayasan Hari Puisi Indonesia” Jakarta 2017.
Editor: Rara Zarary

Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

