
Tebuireng.online— Siswi kelas 12 Sains 1 MA Sains Salahuddin Wahid Tebuireng, Faatihah Annariyah Scheherazade, meraih Juara 1 Lomba Melukis dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Tebuireng pada Ahad (12/10/2025). Lomba ini berlangsung di halaman Pondok Pesantren Tebuireng dan diikuti oleh perwakilan santri dari setiap unit pendidikan se-Tebuireng Raya.
Faatihah dipilih sebagai perwakilan unit MA Sains Putri melalui hasil diskusi antara Waka Kesiswaan dan guru BK, berdasarkan pengalaman serta kemampuannya dalam bidang seni rupa. “Lomba yang saya ikuti sebagai perwakilan dari unit MA Sains Tebuireng Putri ialah melukis bertema ‘Jihad Santri Peduli Lingkungan, Menggapai Ilmu, Merawat Peradaban’,” jelasnya.
Baca Juga: Santri MTs Sains Kesamben Raih Prestasi Olimpiade Bahasa Arab
Dalam lomba tersebut, peserta melukis di atas kanvas berukuran 60 x 40 cm yang disediakan panitia. Alat dan bahan yang digunakan disiapkan sendiri oleh masing-masing peserta. Faatihah mengaku telah melakukan persiapan melalui tiga kali pertemuan latihan bersama guru pembimbing. “Selama latihan sampai lomba berlangsung saya dibimbing oleh Ustadz Muhammad Yunus selaku guru seni di MTs Sains Salahuddin Wahid. Di situ saya mendiskusikan mengenai sketsa, filosofi, dan teknik pewarnaan,” tuturnya.
Waktu pengerjaan diberikan selama empat jam, mulai pukul 08.30 hingga 12.30. Ia mengakui bahwa keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri. “Kesulitan yang saya alami ketika lomba yakni estimasi waktu yang menurut saya terlalu singkat untuk diterapkan pada lomba melukis,” ujarnya.

Meskipun demikian, karya Faatihah berhasil memikat para juri dan memperoleh nilai tertinggi berdasarkan kriteria kesesuaian tema, estetika, dan teknik. Panitia juga menekankan bahwa karya peserta harus murni berbentuk lukisan, bukan poster, sehingga pesan harus tersampaikan melalui visual. Dalam karyanya, Faatihah berhasil memadukan keempat tema yang telah ditentukan panitia sehingga menghasilkan lukisan yang sarat makna.
Baca Juga: 11 Siswi MTs Sains Salahuddin Wahid Borong Juara di Porseni 2024
“Saya yang awalnya tidak menyangka akan mendapatkan juara, terutama peringkat pertama, tentu hal ini menjadi sesuatu yang amat membanggakan dan membahagiakan bagi saya sendiri,” ungkapnya penuh rasa syukur. Atas prestasi tersebut, ia menerima trofi dan sertifikat penghargaan.
Selain membawa pulang gelar juara, Faatihah mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga. “Saya dapat bersaing dengan para peserta pilihan dari tiap unit di Pondok Pesantren Tebuireng. Menurut saya lomba ini memiliki nilai kemenarikan karena dapat memetik kreativitas juga ketangkasan para peserta dalam menciptakan karya lukis,” tambahnya.
Faatihah berharap dapat terus mengembangkan bakat dan prestasinya di bidang seni rupa. “Saya berharap agar prestasi, bakat, dan pengetahuan saya dapat terus berkembang, agar dapat menciptakan karya yang lebih bermakna, menginspirasi, dan bermanfaat,” pungkasnya. Ia juga menyebut momen paling berkesan dalam lomba ini adalah saat ia harus berpacu dengan waktu sambil memastikan makna karya tetap tersampaikan dengan baik.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

