Janji di Bawah Bendera | Tebuireng Online

Janji di Bawah Bendera | Tebuireng Online


Ilustrasi pemuda dan bendera (sumber: merdekacom)

Merdeka yang Masih Dicicil
Mereka bilang kita merdeka
Sejak bendera itu berkibar di langit merona
Tapi di pasar, suara pedagang dicekik pajak

Di ladang, petani menanam utang sebelum menanam padi
Di sekolah, anak-anak menghafal pahlawan
Tanpa pernah belajar bagaimana menjadi pahlawan

Merdeka itu masih dicicil
Dengan keringat yang tak pernah lunas
Dengan janji yang diucap di panggung
Tapi tak pernah turun ke tanah tempat kita berdiri


Lagu di Balik Jeruji
Kami menyanyi lagu kebangsaan
Dengan nada yang sama, tapi perut yang berbeda

Sementara mulut ini tak bisa berteriak
Karena kata-kata sudah disulap jadi peluru
Menembus dada yang mencoba jujur

Mereka bilang, suara rakyat adalah suara Tuhan
Tapi kami tahu, suara rakyat sudah disewa
Dipotong, dipelintir, dijual kembali

Dan kami—tetap di sini
Menghafal kebebasan, tapi tak pernah memilikinya


Di Bawah Bendera yang Robek
Bendera itu berkibar
Tapi di ujungnya ada robekan
Bekas tarikan orang lapar yang mencoba menggenggam harapan

Di bawahnya, kami berdiri
Menatap warna merah yang tak selalu berarti berani
Dan putih yang tak lagi suci

Kami masih bertanya
Untuk siapa kemerdekaan ini diarak?
Jika di jalan, kaki-kaki telanjang

Masih menginjak aspal panas yang dibayar dengan air mata
Dan setiap doa kemerdekaan
Selalu berakhir dengan tanda tanya



Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *