Gus Mirza Ungkap 3 Kriteria Santri Saat Belajar di Pondok Pesantren

Gus Mirza Ungkap 3 Kriteria Santri Saat Belajar di Pondok Pesantren


Dzurriyah Pesantren Tebuireng, Gus Variz Muhammad Mirza memberikan mauidhah hasanah pada santri tingkat SMP A Wahid Hasyim (foto: osas)

Tebuireng.online– Dzurriyah Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, yakni Gus Variz Muhammad Mirza (Gus Mirza), memberikan mauhidhoh hasanah kepada seluruh santri unit SMP A Wahid Hasyim, pada Kamis (31/7/2025) malam, di halaman Shelter wisma SZ & SH. Acata ini diadakan dalam rangka kegiatan pembukaan Jamiyah Kubro, Organisasi Santri SMP A Wahid Hasyim (OSAS) periode 2025-2026.

Pada kegiatan tersebut, Gus Mirza, yang juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Masyuriyah, mengisahkan bagaimana ia memandang seorang santri yang terbagi menjadi tiga bagian.

Baca Juga: Gelar Pembukaan Jamiyah Kubro, OSAS Rencanakan Program 1 Tahunan

“Saya ingin membuka materi malam ini dengan sebuah prinsip, yang saya pegang tatkala belajar di dalam pondok, bahwa santri itu terbagi menjadi tiga bagian dalam laku kehidupan di pondok pesantren,” tuturnya.

Beliau melanjutkan, ketiga bagian santri itu adalah: pertama, seorang santri yang menjadi alim dan cerdas. Kedua, bila tidak dapat mendapatkan yang pertama, maka jadilah seorang santri yang organisatoris atau yang biasa disebut dengan seorang santri yang suka berorganisasi, suka atur acara.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Karena tidak sedikit santri yang pintar organisasi memiliki peran yang penting di masyarakat, tidak melulu yang alim saja,” sebutnya.

Para santri tingkat SMP A Wahid Hasyim saat mengikuti pembukaan OSAS 2025-2026.

Beliau lalu melanjutkan bahwa bila terdapat santri yang tidak alim atau pintar dan tidak piawai dalam urusan organisasi, maka ada santri yang masuk golongan yang ketiga.

“Santri yang golongan ketiga adalah seorang santri yang model ini adalah biasanya santri yang pinter suwuk, atau biasa dikenal seorang santri yang ahli dalam dunia perdukunan.”

Baca Juga: OSAS Gelar Penutupan Jamiyah dan Pelantikan Pengurus Baru

Kalau saja bisa, lanjut Gus Mirza, seorang santri bisa menguasai ketiga bidang tersebut, baik alim atau pinta, ahli organisasi yakni mengatur acara, dan ahli dalam dunia perdukunan.

“Tetapi dalam kenyataannya untuk proses menjadi yang pertama saja, yakni menjadi alim itu ya tidak gampang. Karena seorang santri yang meninginkan menjadi alim banyak tantangan yang harus dilalui,” oleh karena itu, menurutnya, untuk melihat tantangan tersebut, dijelaskan pada kitab adabul alim wa muta’llim bahwa seorang santri pertama-pertama harus meluruskan niatnya kembali dalam mencari ilmu.



Pewarta: Dimas Setyawan Saputro

Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *