Sosialisasi Santri Baru, MHQ Walisongo Tanamkan Disiplin Sejak Dini

Sosialisasi Santri Baru, MHQ Walisongo Tanamkan Disiplin Sejak Dini


Santri baru MHQ Pondok Pesantren Putri Walisongo ikuti sosialisasi program (foto: nabila)

Tebuireng.online— Lembaga Madrasah Hifdzil Qur’an (MHQ) Pondok Pesantren Putri Walisongo menggelar acara sosialisasi bagi santri baru di Musholla Lantai 2, pada Kamis (17/7) malam. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan pembimbing MHQ serta diikuti secara antusias oleh para santri baru.

Acara berlangsung aktif dan meriah namun tetap berjalan tertib. Para santri tampak serius mengikuti jalannya sosialisasi, bahkan banyak di antara mereka yang membawa catatan kecil untuk mencatat tata tertib dan peraturan yang disampaikan.

Pengurus MHQ menjelaskan aturan dan kegiatan di lembaga MHQ secara menyeluruh melalui pemaparan dari masing-masing seksi bidang (sekbid), yang meliputi Sekbid Kesehatan dan Kebersihan, Sekbid Inventaris dan Bakat Minat, Sekbid Keamanan, Sekbid Mudarrosah, Sekbid Tahfidz, Bendahara, dan Sekretaris. Penjelasan ditutup oleh Ketua MHQ yang merangkum poin-poin penting ke dalam agenda harian (daily activity).

Ketua MHQ, Sibyana Zubaidah, berharap semangat baru dari para santri akan menjadi motivasi bagi pengurus dalam menjalankan amanah. Ia juga mengimbau agar santri baru dapat mematuhi peraturan yang ada dan bersungguh-sungguh dalam menjalani kegiatan.

Baca Juga: Mabna MHQ Raih Juara 1 dalam Festival Al-Banjari di Pesantren Walisongo

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Tujuan sosialisasi ini agar santri baru memahami aturan dan aktivitas di MHQ, sehingga ke depan tidak ada pelanggaran. Harapan saya, santri tidak hanya fokus pada hafalan Al-Qur’an, tapi juga membiasakan diri untuk disiplin dan taat aturan,” ujarnya dalam sesi wawancara.

Tahun ini, tercatat sebanyak 226 santri baru resmi diterima oleh Lembaga MHQ, terdiri dari 126 santri baru umum dan 100 alumni MTs Walisongo. MHQ sendiri ditujukan khusus bagi santri tingkat aliyah dan mahasiswa.

Sementara itu, Ustadzah Zubaidatul Iyasa selaku pembimbing MHQ, memberikan pesan spiritual dalam sambutannya. Ia menyarankan agar para santri melakukan soan ke ndalem pengasuh sebagai bentuk silaturahmi dan memohon doa keberkahan agar betah selama menempuh pendidikan di pondok.

Baca Juga: Selamat! 151 Santriwati Pesantren Walisongo Wisuda Qur’an Bil Ghoib dan Bin Nadhor

“Saya menyarankan agar nanti, saat ada waktu persambangan, para santri bersama orang tua bisa soan ke ndalem pengasuh. Doa beliau sangat penting agar kalian kerasan di pondok. Semoga acara ini membawa manfaat dan mendorong kalian untuk menaati aturan yang telah disampaikan,” tutur beliau.

Acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pembagian surat pernyataan kesanggupan menjadi warga baru MHQ, serta pembagian buku setoran hafalan dan buku syariyah MHQ. Santri tampak tertib dan teratur saat menerima perlengkapan tersebut sesuai dengan urutan yang telah ditentukan.



Pewarta: Nabila Rahayu
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *