Yang Tersisa Setelah Ramai Pergi

Yang Tersisa Setelah Ramai Pergi


Sebuah renungan (sumber: Ist)

Contents

Lelah yang Tak Minta Maaf

Ada lelah
Yang tak butuh alasan
Ia datang tanpa luka
Tanpa air mata
Hanya diam
Yang duduk lama di punggung hari

Bukan karena tak kuat
Tapi karena terlalu sering berpura-pura bisa
Terlalu lama menjadi pelabuhan
Bagi orang-orang yang tak pernah tinggal

Lelah ini tak ingin dimengerti
Tak perlu solusi
Ia hanya ingin diakui
Tanpa harus meminta maaf
Karena tak sanggup terus bersinar


Waktu yang Tak Bisa Diulang, Tapi Bisa Dimaafkan

Waktu tak pernah kembali
Itu kita tahu
Tapi jarang kita sadari
Ia bisa dimaafkan

Kesalahan masa lalu bukan musuh
Ia hanya cermin retak
Yang membuat kita berhenti berlari
Dan menatap lebih lama

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Waktu tak ingin kita kembali
Ia hanya ingin kita mengerti
Tumbuh
Tak harus selalu benar
Sepanjang jalan

Dan kadang
Maaf untuk masa lalu
Adalah hadiah paling damai
Yang bisa kita berikan pada diri sendiri


Yang Tersisa Setelah Ramai Pergi

Setelah semua tawa berlalu
Setelah kursi-kursi kembali diam
Ada sisa yang tak bisa dibersihkan

Bukan sampah
Bukan sisa makanan
Tapi hening
Yang menggema
Dari sesuatu yang pernah utuh

Rumah kembali sunyi
Tapi tak lagi sama
Karena yang paling sulit
Bukan kehilangan orang-orang
Melainkan jejak keberadaannya
Yang masih menempel di udara.



Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *