Tingkatkan Kompetensi Pengajar, Pondok Putri Tebuireng Gelar Pelatihan Metode Muwahadah

Tingkatkan Kompetensi Pengajar, Pondok Putri Tebuireng Gelar Pelatihan Metode Muwahadah


Para guru al-Quran di Pondok Putri Pesantren Tebuireng sedang mengikuti pelatihan, Selasa (20/09/2025). Foto: Albi

Tebuireng.online-  Pondok Putri Pesantren Tebuireng mengadakan pelatihan metode Muwahadah untuk meningkatkan kompetensi guru Al-Qur’an. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (23-24/09/2025), ini dihadiri sekitar 90 guru Al-Qur’an dan menghadirkan juri MTQ Kabupaten Jombang, KH. Mahmudin, sebagai pemateri utama.

Bertempat di Gedung Yusuf Hasyim, acara dibuka oleh Ketua Pondok Putri Tebuireng, KH. Fahmi Amrullah Hadziq. Dalam sambutannya, Gus Fahmi, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya menyamakan persepsi dan metode mengajar di kalangan para guru.

“Untuk menyamakan persepsi cara mengajar Al-Qur’an, karena latar belakang dari pengajar berbeda-beda. Ketika metodenya tidak tepat akan sulit diterapkan kepada santri. Jika metode sudah baik tapi penyampaiannya tidak bisa, maka akan sulit dipahami. Jadi, kuncinya ada pada guru,” ujar Gus Fahmi.

Dalam sambutannya, Gus Fahmi juga menekankan pentingnya membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari. “Prinsip saya adalah meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an. Orang yang selalu bersama Al-Qur’an insyaallah akan menjadi yang terbaik,” tambahnya.

Ketua panitia, Devi Yuliana, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya pembinaan dan peningkatan kualitas pengajar.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Adapun alasan di balik lahirnya kegiatan ini adalah sebagai bentuk pembinaan, penguatan kompetensi, dan peningkatan kualitas bagi pengajar Al-Quran di pondok putri Pesantren Tebuireng. Tujuan acara ini ialah memberikan bekal keilmuan, metode, serta keterampilan mengajar Al-Qur’an yang sesuai dengan tuntunan syar’i dan perkembangan zaman,” tuturnya.

Namun, beberapa peserta menyampaikan tantangan yang dihadapi. Ustadzah Utiya mengaku pelatihan ini bermanfaat, tetapi merasakan kesulitan pada bagian nada dan vokalnya. “Padahal kami bukan orang yang biasa ikut qiroah,” ungkapnya. Ia juga merasa durasi dua hari kurang kondusif untuk fokus pada vokal dan makhraj.

Hal serupa disampaikan Ustadzah Rifda yang berharap ada pelatihan lanjutan. “Semoga ada pelatihan lanjutan dengan jangka waktu lebih lama, misalnya satu tutor untuk sepuluh orang, dan ada sesi fashoha serta tasmi’,” harapnya. Ia mengusulkan agar pelatihan bisa dilaksanakan secara intensif selama satu hingga tiga bulan.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an di Pondok Putri Tebuireng, sekaligus menjawab tantangan yang ada demi menghasilkan generasi santri yang mahir dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.


Pewarta: Albi

Editor: Sutan



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *