Tekankan Kebersihan Hati dan Lingkungan, Bank Sampah Tebuireng Gelar Edukasi Sampah

Tekankan Kebersihan Hati dan Lingkungan, Bank Sampah Tebuireng Gelar Edukasi Sampah


Ibu Nyai Hj. Lelly Lailiyah saat menyampaikan edukasi kepada para pembina dan pimpinan pondok Pesantren Tebuireng, Selasa (26/8/2025). Foto: Pewarta

Tebuireng.online- Bank Sampah Tebuireng (BST) menggelar acara edukasi sampah dan kebersihan lingkungan yang dihadiri segenap pimpinan pesantren dan pembina santri Tebuireng pada Selasa (26/8/2025). Acara ini bertujuan menanamkan kesadaran tentang kebersihan sejak dini dan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan.

Acara yang berlokasi di zona edukasi BST ini dihadiri Direktur BST Ahmad Faozan, Istri Pengasuh Pesantren Tebuireng Ibu Nyai Hj. Lelly Lailiyah, H. Lukman Hakim, Kepala Trensains Ustadz Arif, serta Wakil Kepala Trensains Ustadz Afif. Mereka secara bergantian menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Haji Lukman menekankan bahwa kebersihan harus dimulai dari diri sendiri. “Bersihkan hati, bersihkan jiwa, dan ciptakan kenyamanan lingkungan,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa program sebesar apa pun akan sulit diwujudkan jika tidak diawali dengan contoh nyata dari para pelaksana.

Senada dengan itu, Nyai Leli Laylia Hakim menyoroti pentingnya pendidikan karakter di pesantren. Menurutnya, pondok adalah rumah kedua, di mana santri belajar bukan hanya dari teori, tetapi juga dari keteladanan yang mereka lihat. “Bersih kamar, bersih lingkungan, semuanya harus dimulai dari diri kita,” jelasnya. Ia berharap kebiasaan bersih akan menjadi budaya pesantren, meskipun awalnya dimulai dari keterpaksaan.

Sebagai motivasi, acara ini juga merencanakan berbagai lomba kebersihan yang akan diadakan di masing-masing unit pesantren. Lomba-lomba tersebut meliputi pembuatan tong sampah, kebersihan kamar, desain logo, dan tema lingkungan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Direktur BST, Ahmad Faozan, mengungkapkan tantangan dalam mengolah sampah, terutama sampah kain. Saat ini, BST sudah memilah sebagian sampah pembalut untuk ditanam, namun teknologi untuk mengolah sampah kain masih terbatas. Ke depan, mereka berupaya menyulap sampah tersebut menjadi kerajinan tangan. Kolaborasi antar-pemangku kepentingan juga ditekankan sebagai kunci keberhasilan program ini.

Melalui program edukasi ini, Tebuireng menunjukkan respons positif terhadap isu lingkungan, mengajak pembina dan santri untuk mempraktikkan kebersihan hati, diri, dan lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadikan kebersihan sebagai gaya hidup yang selaras dengan prinsip dasar Tebuireng.

Pewarta: Alfiya Hanafiyah

Editor: Sutan

 

 



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *