
Contents
Perempuan yang Selalu Salah
Segalanya salah,
Dari cara ia berjalan,
Hingga kenapa ia tak tersenyum
Saat disuruh tersenyum.
Ia salah saat diam,
Karena dianggap menyimpan dendam.
Ia salah saat bicara,
Karena suara yang terlalu lantang.
Hidup baginya
Adalah ujian tanpa kunci jawaban,
Dimana nilai ditentukan
Oleh siapa yang paling merasa berhak.
Dan meski ia tahu
Dirinya tak sesalah itu,
Ia lelah menjelaskan
Kepada mereka yang tak ingin paham.
Perempuan yang Tak Bisa Dimengerti
Ia tak rumit, hanya terlalu dalam.
Terlalu banyak bertanya,
Terlalu jujur mengaku kecewa,
Terlalu sering merasa berbeda.

Orang-orang ingin ia sederhana:
Cukup tertawa, cukup patuh,
Cukup manis dalam kata,
Cukup jinak dalam luka.
Tapi ia bukan teka-teki,
Ia hanya tak mau dibaca
Dengan buku yang bukan miliknya.
Bukan ia yang sulit dimengerti,
Hanya saja dunia
Tak pernah benar-benar ingin mengerti.
Perempuan yang Tak Bisa Menerima
Dunia menyuruhnya menerima,
Padahal yang datang adalah luka.
Mereka bilang: “Sudahlah, ikhlaskan.”
Tapi tak satu pun ikut merasakan.
Ia bukan tak mau pasrah,
Ia hanya bertanya
Mengapa harus dia yang selalu kalah?
Air matanya bukan drama,
Tangisnya bukan dosa.
Ia hanya mencoba jujur
Pada luka yang belum sembuh.
Dan jika menerima
Berarti membungkam perasaan,
Ia lebih memilih
Menjadi badai daripada kepura-puraan.
Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

