
Contents
Syair Tebuireng: Paduan Iman dan Tanah Air
Bismillahirrohmanirrohim, kalam bermula,
Syair Tebuireng, kisah nan mulia.
Seratus dua puluh enam tahun lamanya,
Berdiri teguh, membela agama.
Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari namanya,
Ulama besar, suluh utama.
Tebuireng didirikan, ikhlas nan suci,
Menyatukan iman, dalam bumi pertiwi.
Kitab terbentang, ilmu dicari,
Adab dijunjung, budi pekerti.
Zikir dan doa, tak pernah alpa,
Cinta Indonesia, di dalam jiwa.
Pancasila dasar, negara berdaulat,
Bhinneka Tunggal Ika, semboyan kuat.
Islam rahmatan lil alamin, pedoman hidup,
Menjaga harmoni, agar tak redup.
Wahai pemuda, harapan bangsa,
Jaga persatuan, hindari sengketa.
Ilmu dan iman, jadi pusaka,
Membangun negeri, sentosa jaya.

Janganlah lalai, pada godaan dunia,
Fitnah dan hoaks, merajalela.
Berpegang teguh, pada tali agama,
Indonesia aman, sentosa selama-lama.
Tebuireng saksi, sejarah gemilang,
Paduan iman, tanah air tersayang.
Semoga Allah, selalu melindungi,
Indonesia makmur, abadi lestari.
Gurindam Tebuireng: Inti Sari Kehidupan
Tebuireng berdiri, laksana permata,
Padukan agama, dengan cinta negara.
KH. Hasyim Asy’ari, pendiri mulia,
Ajarkan santri, berbakti pada nusa.
Ilmu agama, jangan dilupa,
Ilmu dunia, perlu dicoba.
Akhlakul karimah, hiasi diri,
Jauhi maksiat, sucikan hati.
Indonesia Raya, tanah air pusaka,
Jaga bersama, dari segala bencana.
Pancasila dasar, negara berdiri,
Bhinneka Tunggal Ika, satukan negeri.
Ulama–umara, bersatu padu,
Bangun Indonesia, makmur dan bermutu.
Wahai Taruna, dengarkan pesan,
Tebuireng contoh, jadikan teladan.
Iman dan cinta, satukan jiwa,
Indonesia jaya, selama-lamanya.
Tebuireng, Rumah Kita
Di Tebuireng, angin berbisik zikir,
Tanah Jombang menyimpan kisah getir.
Kiai Hasyim berdiri tegak perkasa,
Merajut iman, cinta pada bangsa.
Kitab kuning bersanding Garuda,
Santri belajar, tak lupa berdoa.
Sholat lima waktu, bendera berkibar,
Islam rahmatan, Indonesia bersinar.
Bukan jubah saja, isinya juga ada,
Bukan orasi kosong, tapi kerja nyata.
Toleransi itu napas sehari-hari,
Dari Tebuireng, damai bersemi.
Jangan tanya mana Islam, mana negeri,
Di sini keduanya menyatu di hati.
Indonesia bukan cuma peta dan cerita,
Tapi rumah kita, tempat bersujud semua.
Anak muda, jangan bingung arah tujuan,
Tebuireng contoh, bukan sekadar angan.
Islam itu indah, Indonesia merdeka,
Satukan keduanya, hidup bahagia.
Sang Kyai berpesan:
Jangan lupakan Tuhan,
Cintai sesama, jaga perdamaian.
Tebuireng tetap jadi pelita,
Menuju Indonesia yang lebih cinta.
Penulis: Achmad Muzayyin
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

