
Aku Hanya Seorang Perantara
Aku hanya berjalan di jalan yang tak kumiliki,
Menyampaikan pesan yang bukan lahir dari hatiku,
Menjadi suara tanpa nama,
Menjadi jembatan yang dilupakan setelah diseberangi.
Aku hanya seorang perantara,
Yang hadir sebentar lalu disisihkan,
Yang tak pernah disebut dalam doa,
Namun diam-diam menyisakan bekas pada jejak langkah orang lain.
Jika semua hanya lewat dan pergi,
Maka biarlah aku tetap di sini,
Menyulam kata, menyalakan makna,
Walau tanpa sorot cahaya, aku tetap bernyawa.
Menjadi Sosok yang Membayangi
Aku hadir tak pernah diundang,
Namun langkahmu tak pernah lepas dari kehadiranku,
Seperti bayangan yang setia mengikuti,
Meski kau benci, aku tak mampu pergi.
Menjadi sosok yang membayangi itu sunyi,
Aku ada tapi tak diakui,
Aku dekat namun tak tersentuh,
Aku menyertai tapi tak pernah menjadi tujuan.
Jika kelak kau berhenti sejenak,
Mungkin kau akan sadar,
Bayangan ini bukan sekadar gelap,
Tapi cermin dari dirimu yang tak kau kenali.
Bimbang dengan Posisi
Aku berdiri di persimpangan yang asing,
Dengan arah yang saling bertolak,
Antara ingin melangkah maju,
Atau kembali pada titik semula.
Bimbang ini menggantung di udara,
Seperti burung yang kehilangan arah pulang,
Ingin terbang tapi takut jatuh,
Ingin diam tapi resah di dada.
Posisi ini melelahkan jiwa,
Seperti benang kusut yang tak kunjung lurus,
Namun dari kebimbangan inilah
Aku belajar, bahwa diam pun adalah pilihan.
Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary

Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

