Standar Kecantikan yang Bikin Geleng-geleng Kepala

Standar Kecantikan yang Bikin Geleng-geleng Kepala


Diskusi antara perempuan (sumber: istimewa)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendapat pertanyaan, bahkan gambaran, bahwa cantik itu harus putih. Dari iklan skincare, model di media sosial, hingga komentar iseng seperti, “Kamu cantik, deh. Apalagi kalau kulitmu lebih putih.”

Seolah-olah kecantikan seorang perempuan hanya diakui jika ia memiliki kulit secerah susu. Sebagai muslimah, kita pun bertanya-tanya: Apakah cantik itu harus putih? Lebih jauh lagi, apakah Allah menilai manusia dari warna kulitnya?

Standar kecantikan dunia sering kali tidak adil. Di media sosial, kita dibombardir dengan standar yang sangat tinggi, dan ironisnya, bukan standar kecantikan khas Indonesia. Putih, langsing, tirus, mulus, seakan itu semua menjadi tolak ukur utama. Akibatnya, banyak perempuan merasa kurang dan menyingkirkan keberagaman bentuk tubuh, warna kulit, bahkan ekspresi diri mereka sendiri.

Padahal, dalam Islam, kecantikan tidak diukur dari warna kulit atau rupa fisik, tetapi dari ketaatan, akhlak, dan hati yang bersih. Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)

Baca Juga: Kenapa Harus Takut Menjadi Perempuan Sukses?

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Hadis ini menjadi pengingat lembut bagi kita semua: seindah apa pun fisik seseorang, tak akan bernilai jika hatinya kotor. Sebaliknya, seseorang yang mungkin tak memenuhi standar “cantik” menurut manusia bisa sangat berharga di sisi Allah karena ketakwaannya.

Allah menciptakan manusia dengan rupa dan warna kulit yang beragam, bukan tanpa hikmah.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, serta berlain-lainnya bahasa dan warna kulitmu.

Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berilmu.” (QS. Ar-Rum: 22)

Bayangkan, warna kulit yang sering dijadikan bahan olok-olokan oleh manusia, justru disebut Allah sebagai tanda kekuasaan-Nya. Maka, mempermalukan seseorang karena warna kulitnya sejatinya adalah bentuk ketidaksyukuran terhadap ciptaan-Nya.

Bagi seorang muslimah, menerima warna kulit sendiri bukan hanya soal self-love, tetapi juga wujud iman dan rasa syukur. Sawo matang, kuning langsat, gelap manis, atau putih pucat, semuanya adalah takdir indah yang Allah ciptakan. Maka, bersyukurlah, bukan malah insecure.

Tidak salah jika seorang muslimah ingin merawat diri, memakai skincare, berpakaian rapi, dan tampil stylish. Namun, niatnya perlu diluruskan: bukan untuk mencari validasi manusia, melainkan untuk menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan. Berhentilah menyiksa diri demi terlihat putih di mata orang lain.

Baca Juga: Mengkaji Ulang Fitrah dan Peran Sosial Perempuan

Putih bukan jaminan kebahagiaan, bukan pula ukuran kemuliaan. Lebih baik, fokuslah memperindah akhlak daripada memutihkan kulit semata. Sebab, kulit akan menua dan berubah seiring usia, sedangkan akhlak yang indah akan selalu menjadi cahaya, baik di dunia maupun di akhirat.

Wahai muslimah yang dirahmati Allah, sekali lagi, cantik itu tidak harus putih. Tidak harus mengikuti standar media sosial yang sering membuat kita merasa tidak cukup. Cukup jadilah dirimu sendiri, yang bersyukur, menjaga diri, dan terus memperindah akhlak serta budi pekerti.

Kulit sawo matang atau kuning langsat pun akan tetap bersinar, jika hatimu dipenuhi cahaya iman kepada Sang Pencipta. Jangan biarkan dunia mengatur dan mengusik kecantikan naturalmu.

Biarlah Allah yang menilainya. Percayalah, perempuan yang paling bercahaya bukanlah yang paling putih kulitnya, melainkan yang paling jernih hati dan akhlaknya. Bagaimanapun dirimu, kamu tetap cantik di mata orang yang bersyukur memilikimu.

Jadilah muslimah yang cantik karena dicintai Allah, bukan dicintai karena cantik semata. Bersyukur adalah kunci agar hati tenang, hidup ringan, dan pikiran tak dipenuhi overthinking yang melelahkan.



Penulis: Wan Nurlaila Putri
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *