Silaturahmi Alumni Tebuireng se-Karesidenan Dimeriahkan Gebyar Shalawat

Silaturahmi Alumni Tebuireng se-Karesidenan Dimeriahkan Gebyar Shalawat


Temu alumni se-karesidenan Kediri, Jombang dan Madiun ramaikan acara silaturahmi dengan pengajian dan gebyar shalawat (sumber: youtube)

Tebuireng.online— Organisasi Pelajar Islam Thoriqul Huda menggelar pengajian umum dan gebyar sholawat dalam rangka temu alumni Pondok Pesantren Tebuireng se-Karesidenan Kediri, Madiun, dan Jombang. Acara tersebut berlangsung di halaman RA Miftahul Jannah, Mangundikaran, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (28/6/2025).

Kegiatan diawali dengan pembacaan istighosah yang dipimpin oleh Gus Varis Muhammad Mirza, Pengasuh Pondok Pesantren Al Masruriyah Tebuireng. Acara dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Fahmi Amrullah Hadziq, Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng.

Dalam ceramahnya, Gus Fahmi mengangkat kisah Nabi Ibrahim a.s., yang mendapat gelar khalilullah atau kekasih Allah. Menurutnya, Nabi Ibrahim menjadi kekasih Allah karena tiga sikap utama yang patut diteladani.

“Yang pertama, Nabi Ibrahim selalu mengutamakan perintah Allah daripada kepentingan lainnya. Bahkan ketika diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri, beliau tetap taat. Ini menunjukkan tingkat kepasrahan yang luar biasa,” jelasnya.

Baca Juga: Hangatkan Silaturahmi, KESIS Tebuireng Gelar Temu Alumni di Solo

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. “Ibu-ibu yang sedang berdagang misalnya, ketika warungnya ramai dan adzan berkumandang, lebih memilih melayani pembeli daripada melaksanakan salat. Ini berbeda dengan sikap Nabi Ibrahim yang mengutamakan perintah Allah tanpa ragu,” lanjutnya.

Yang kedua, menurut cucu Hadratussyaikh ini, Nabi Ibrahim tidak pernah merisaukan rezekinya. “Beliau tidak sedih atau gelisah tentang urusan dunia. Nabi Ibrahim meyakini bahwa rezeki sudah dijamin oleh Allah. Bahkan ikan di laut terdalam pun tetap mendapat makan, karena Allah yang menanggungnya,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya bersedekah sebagai bentuk mensucikan harta yang dimiliki.

Yang ketiga, Nabi Ibrahim tidak pernah makan malam atau sarapan kecuali bersama tamu. “Beliau bahkan rela berjalan sejauh satu hingga dua mil hanya untuk mencari teman makan. Kalau zaman sekarang cukup kirim pesan lewat WA, semua langsung datang, bahkan yang bukan grup juga ikut,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Gus Fahmi menegaskan bahwa sikap Nabi Ibrahim mencerminkan pentingnya menjalin silaturahmi. Ia berharap melalui acara seperti ini, semangat persaudaraan dan kebersamaan di antara alumni dan pelajar terus terjaga.

“Silaturahmi yang dibarengi dengan sholawat adalah bentuk ibadah yang membawa keberkahan. Semoga kisah Nabi Ibrahim ini bisa menjadi teladan dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya.

Baca Juga: SMA AWH 92 Tebuireng Gelar Temu Alumni di Mojokerto

Gebyar sholawat yang dibawakan oleh para pelajar Thoriqul Huda dan kubahireng menambah semarak suasana. Jamaah tampak antusias mengikuti lantunan sholawat yang menggema hingga malam hari. Acara berlangsung lancar dan ditutup dengan doa bersama.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *