
Oleh: Ustadz H. Syukron Ma’mun, Lc., M.A.*
Contents
اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه
Kita saat ini hidup di zaman keterbukaan. Zaman yang memungkinkan setiap amal bisa dilihat, disebarkan, bahkan dikomentari. Setiap sedekah dapat diunggah. Setiap ibadah dapat diumumkan. Media sosial menjadi tempat pamer amal. Banyak orang tidak hanya ingin berbuat baik, tetapi juga ingin dilihat sebagai orang baik. Namun pertanyaannya adalah adakah amalan kita yang tidak diketahui oleh siapa pun kecuali oleh Allah? Rasulullah bersabda:
مَنِ استطاعَ منكم أنْ يكونَ لَهُ خَبِيءٌ مِنْ عمَلٍ صالِحٍ فلْيَفْعَل
“Barang siapa di antara kalian yang mempunyai amal saleh kemudian dirahasiakan, hendaknya lakukanlah demikian.”
Amal inilah yang menjadi tabungan abadi kita. Barangkali kecil di mata manusia tapi bernilai besar di sisi Allah. Sebaliknya amal yang besar di mata manusia, mungkin nilainya kecil di hadapan Allah. Di antara amal saleh yang bisa dilakukan oleh hamba sehingga menjadi rahasia di antara hamba dengan Allah adalah shalat malam tanpa diketahui oleh siapa pun, sedekah diam-diam bahkan istri dan anak tidak tahu, mendoakan orang lain tanpa diminta, mejaga lisan dan hati dari ghibah dan hasad, serta menahan amarah.
Al-a’mal al-khafiyyah la yufsiduha al-riya’ artinya amal yang tersembunyi tidak mudah dirusak oleh riya’. Dan amal ini lebih dicintai oleh Allah dari pada amal yang dipublikasikan. Sebab di antara amalan terbaik adalah amalan yang tidak diketahui oleh siapa pun, kecuali Allah. Seorang tersebut ikhlas tanpa mencari pujian manusia, sekaligus menjadi rahasianya dan Allah. Rasulullah SAW bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ … ورَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فأَخْفَاها، حتَّى لا تَعْلَمَ شِمالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينهُ
Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari yang tak ada naungan kecuali naungan-Nya… (salah satunya) dan seseorang yang bersedekah kemudian ia sembunyikan, sampai-sampai tangan kirinya tak tahu apa yang diberikan tangan kanan.
Bahwa amal yang tersembunyi adalah salah satu tanda kejujuran dan keikhlasan seorang hamba. Al-ikhlas an takuna harakatuka wa sukunuka lillah wahdah la yaraka ahadun wa latatamanna an yaraka ahadun: ikhlas merupakan amal yang kita perbuat semata-mata karena Allah, tidak berharap untuk dilihat orang lain. Sehingga hendaknya kita memiliki hubungan khusus. Hubungan yang tidak dapat disentuh oleh manusia. Tidak terganggu oleh popularitas. Al-‘amal al-khafiyyu sababun limahabbatillah, fa inna allah yuhibba al-‘abda alladzi la yuri ibadahu ma bainahu wa baina rabbihi: amal yang tersembunyi adalah sebab mahabbah kepada Allah, karena Allah mencintai orang yang tidak riya’ dengan amal saleh yang ia lakukan.
Marilah kita jadikan amal yang tersembunyi menjadi jalan hidup. Jangan hanya berlomba di panggung yang terlihat, akan tetapi dalam keheningan yang hanya Allah tahu. Bahwa amal yang tersembunyi bukan berarti tidak berpengaruh, justru sebaliknya ia penuh dengan berkah, kekuatan ruhani, hingga menjadi sebab pertolongan Allah. Imam Al-Tsauri berkata:
اخْفُوْا حَسَنَاتِكُمْ كَمَا تُخْفُوْنَ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَا تَفْتَخِرُ اِلَّا بِمَا يُرْضِى اللهُ
Sembunyikanlah amal-amal baiknya, sebagaimana kalian menyembunyikan keburukan/dosa kalian. Serta jangan lah bangga kecuali dengan sesuatu kecuali mendapat rida Allah
Buatlah antara dirimu dan Allah terdapat amal saleh yang dirahasiakan. Karena engkau tidak tahu amal mana yang diterima oleh Allah. Amal yang tersembunyi bukan soal tidak ingin terlihat, namun bukti bahwa kita mengenal siapa Allah. Orang yang yakin bahwa Allah melihatnya, maka ia tidak perlu dilihat oleh manusia. Barang siapa yang mencintai Allah, maka ia mencintai kesendirian yang tidak ingin terlihat siapa pun. Karena ia ingin bermunajat kepada Allah tanpa gangguan siapa pun.
Amal tersembunyi bukan hanya pelindung, ia juga penyubur iman. Sehingga hati akan selalu hidup selam ada hubungan rahasia dengan Allah SWT. Ketika semua orang sibuk membangun citra lahiriah, orang-orang pilihan Allah sibuk memperbaiki batiniah. Maka jangan pernah meremehkan amal kecil yang tersembunyi. Sujud di waktu malam, tetesan air mata karena takut kepada Allah, istighfar dalam kesunyian. Serta jangan lah bangga kecuali dengan sesuatu kecuali mendapat rida Allah.
Setiap dari kita pasti akan mati, kullu nafsin dzaiqah al-maut. Kita tidak tahu bagaimana akhir dari hidup kita. Maka perbanyak amal tersembunyi, sebab ia adalah saksi terbaik di hari yang tiada pertolongan kecuali pertolongan Allah.
من أصلح سريرته أصلح الله علانيته
Barang siapa yang memperbaiki batiniahnya (amal tersembunyi), maka Allah akan perbaiki lahiriahnya.
Apakah kita punya amal rahasia seperti itu, kalau belum mulailah sekarang jadikan setiap malam untuk bersujud kepada Allah SWT, jadikan harta kita untuk amal yang dikenal nama kita. Barangkali amal yang engkasu sembunyikan yang menyelamatkan saat sakaratul maut. Dunia ini cepat berlalu, wajah kita akan dilupakan, nama kita akan terlupakan. Akan tetapi amal yang kita simpan karena Allah, akan abadi di catatan langit. Sebaik-baik hamba adalah tidak dikenal di dunia, tetapi dikenal di langit. Yakinlah Allah tidak akan menyiakan amal tersebut meski hanya sebesar biji.
Amal yang hanya diketahui oleh Allah merupakan bentuk tertinggi dari keikhlasan. Ia adalah warisan para ulama salaf serta ciri khas para ulama terdahulu. Barang siapa yang ikhlas dalam amal, tidak mencari pujian manusia, tidak bergembira ketika orang lain memujinya, tidak marah ketika orang lain mencelanya, maka dia adalah orang-orang pilihan Allah. Ia tidak tergantung pada mata manusia, ia hanya tergantung kepada Allah.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
*Mudir Ma’had Aly Yusuf Masyhar Madrasatul Qur’an Tebuireng
**Ditranskip oleh: Yuniar Indra Yahya
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

