
Pernahkah kamu mendengar, bahwa katanya istri bekerja bisa membuat rezeki suami seret? Hahh? Apa iya, bisa membuat rezeki suami seret? Menurutmu bagaimana? Beberapa orang bilang “… Jika ada istri bekerja yang niatnya untuk membantu keuangan suami itu salah. Nanti rezeki suami bisa seret karena mencari nafkah adalah full tugas suami.”
Gimana pendapatmu setelah membaca ini? Jika berbicara tentang syariat, benar bahwasanya nafkah adalah kewajiban suami. Memberikan nafkah kepada istri adalah kewajiban, bukan sebaliknya.
Hal ini pun ditegaskan dalam QS. An- Nisa ayat 34 yang berbunyi:
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوۡنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعۡضَهُمۡ عَلٰى بَعۡضٍ وَّبِمَاۤ اَنۡفَقُوۡا مِنۡ اَمۡوَالِهِمۡ
“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya.”
Baca Juga: Cari Tahu Sosok Suami Saleh dalam Al-Quran

Benar kodrat istri yakni dinafkahi oleh suami, bukannya terbalik menjadi penanggung nafkah rumah tangga. Namun, jangan dipotong dan berhenti disini, mari kita tuntaskan permasalahan yang banyak dialami oleh sebagian masyarakat pada zaman sekarang.
Pada realitanya banyak istri yang bekerja bukan karena ingin menyaingi suami, namun karena: Ingin membantu biaya pendidikan anak, cicilan rumah dan kebutuhan lain, membantu menyeimbangkan perekonomian keluarga karena belum stabilnya ekonomi rumah tangga, atau suami dalam keadaan tidak biasa maksimal mencari nafkah karena sedang sakit atau mengalami PHK.
Bisa dipahami bahwa, jika istri niat bekerja dengan ikhlas membantu itu bukan merebut peran suami. Lalu, menurut mu apakah hal tersebut salah, jika istri secara sukarela membantu untuk bekerja? Tidak, bahkan jika diniatkan dengan mengharapkan ridho Allah dan diizinkan suami untuk bekerja, itu bahkan bisa menjadi ladang pahala. Dan perlu digarisbawahi, tidak juga otomatis membuat rezeki suami seret.
Argumen orang-orang bahwa, “istri bekerja dapat membuat rezeki suami seret” itu bukan hukum syariat, melainkan asumsi spiritual yang harusnya butuh kehati-hatian dalam mengklaimnya. Rezeki itu datangnya dari Allah dan terkadang dilancarkannya rezeki karena istri ikhlas membantu, suami istri bukan bersaing, namun saling menguatkan yang dapat menumbuhkan sinergi baik dalam rumah tangga.
Baca Juga: Perbedaan Nafkah Imta dan Nafkah Tamlik bagi Istri
Mungkin yang dimaksud membuat rezeki seret itu bisa terjadi karena: suami enggan menunaikan kewajiban misalnya malas kerja dan akhirnya tidak menafkahi, istri tidak ridha (bekerja tapi penuh tekanan dan ketidak ikhlasan), gara-gara suami istri sibuk dan jarang bertemu menyebabkan hubungan rumah tangga penuh konflik dan jauh dari keberkahan.
Apalagi jika ada yang beragumen, “Katanya kalau istri resign, rezeki suami jadi dobel”. Ini merupakan keterkaitan tentang istri bekerja atau berkarir diluar rumah. Yang menjadi sorotan adalah istri, karena seolah-olah dapat menjadi penentu rezeki suami. Bagaimana menurut mu? Kenapa hal ini seolah-olah istri yang terasa dipojokkan? Perlu diingat lagi bahwa rezeki itu dari Allah, bukan dari matematika manusia. Bukan karena istri resign, rezeki suami langsung otomatis naik.
Karena prinsip rezeki dalam Islam itu soal doa, ikhtiar dan tawakal. Ketiganya harus dilaksanakan untuk memperoleh rezeki yang penuh berkah. Ingatlah, bahwa tugas utama memberi nafkah dalam rumah tangga adalah suami. Namun tidak serta merta salah jika istri bekerja dengan niat membantu dan atas kesepakatan bersama. Bukan jadi patokan juga jika ingin rezeki suami dobel, maka istri harus resign. Yang perlu digaris bawahi bahwa suami jangan lepas tangan dan merasa nyaman jika istri bekerja, istri jangan merasa terpaksa atau memikul beban yang harusnya bukan miliknya, bangun komunikasi dan ridhoi suami ataupun istri ketika bekerja dan tak lupa do’akan yang terbaik.
Baca Juga: Merasa Rezeki Sempit dan Sulit Mendapat Keturunan? Baca Banyak Istighfar
Ingat, kunci utamanya ridha dan kesepakatan. Dan jangan lupa meminta berkah dari Allah karena rezeki yang berkah, datang dari hati suami dan istri yang sama-sama ridho. Jangan mudah menyalahkan perempuan. Apalagi istri yang sedang berjuang. Kita tidak pernah tau isi hati istri dan betapa ia ingin rumah tangganya tetap berjalan dengan baik.
Jangan juga menjadikan opini ini sebagai pembanding yang menyakitkan. Seolah istri yang di rumah selalu lebih mulia dari istri yang ikut bekerja, atau seolah istri yang bekerja pasti salah niatnya. Naudzubillah. Insyaa Allah kita jauh-jauh dari sifat ini, Aamiin ya robbal alamiin.
Penulis: Amalia Dwi Rahmah
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

