
Tebuireng.online– Organisasi Wisma Antar Santri Tsanawiyah (OWASIS) Pesantren Tebuireng sukses menggelar festival pagelaran seni kebangsaan bertajuk OWAFEST (OWASIS Festival) pada Kamis (25/9/2025). Acara yang berlangsung di Aula Gedung Yusuf Hasyim lantai 3 ini menjadi wadah bagi para santri Tsanawiyah untuk menampilkan bakat dan karya seni mereka.
Dengan mengusung tema “Merdeka dalam Kreativitas, Berkarya dalam Budaya”, OWAFEST menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari pembacaan puisi kebangsaan hingga drama musikal. Festival ini turut dihadiri Mudir Bidang Pembinaan Pondok Pesantren Tebuireng H. Lukman Hakim, Wakil Kepala Pondok Putra Ustadz Machmud, Koordinator Pembina Unit Tsanawiyah Ustadz Sulaeman, beberapa guru MTs SS Tebuireng, serta seluruh santri Tsanawiyah.
Dalam sambutannya, Ustadz Machmud menekankan pentingnya kesempatan bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Acara ini adalah kesempatan kalian (santri Tsanawiyah) untuk menampilkan keterampilan masing-masing. Tidak mudah menyusun acara sebesar ini tanpa keuletan para santri,” ujarnya.
Baca Juga: MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Helat Gebyar Drama 3 Bahasa

Ia juga berharap OWASIS terus eksis dan memberi warna dalam dunia keorganisasian di Pesantren Tebuireng. Senada, Ust. Sulaeman menyampaikan bahwa OWAFEST merupakan rangkaian kegiatan OWASIS yang sebelumnya juga sukses mengadakan peringatan Maulid Nabi.
“Festival ini adalah kreasi otentik dari santri Tsanawiyah sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, H. Lukman Hakim memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya OWAFEST.
“Acara ini menjadi ajang silaturahmi, baik antar santri maupun antara santri dengan pengurus dan pembina. Berkhidmat di organisasi akan sangat bermanfaat ketika kalian mengabdi di masyarakat kelak,” ungkapnya.
Baca Juga: Santri Tebuireng Dapat Sosialisasi Pencegahan Skabies
OWAFEST juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah lomba Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang telah digelar OWASIS pada 17 Agustus lalu. Setelah itu, penampilan seni para santri pun dimulai.
Puisi “Mata Luka Sengkon Karta” membuka pertunjukan, disusul drama musikal “Lutung Kasarung” serta “Batu Gantung: Sebuah Cinta Asal Danau Toba”. Penampilan para santri tersebut berhasil memukau penonton hingga tepuk tangan dan sorak sorai menggema sepanjang acara.
Pewarta: Syifa’ Q
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

