
Tebuireng.online— Satuan pendidikan yakni MTs Sains Salahudin Wahid, MA Sains Tebuireng Putri Kesamben, dan SDIT Kesamben, menggelar silaturahmi antara Pengasuh Pesantren Tebuireng dan wali santri, pada Jumat (4/7/2025). Acara berlangsung di lapangan gedung Setyowati, Kesamben Jombang.
Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz dalam amanatnya menyampaikan bahwa pesantren terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana. Namun, setiap tahun jumlah santri baru terus meningkat dan tak semuanya bisa tertampung. Karena itu, Tebuireng membangun kerja sama dengan berbagai pihak dan kini telah memiliki 20 cabang pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Tebuireng Kesamben Gelar Malam Silaturahmi Bersama Wali Santri Baru
Beliau juga mengingatkan pentingnya meneladani nilai-nilai yang diwariskan oleh pendiri Pesantren Tebuireng, KH. Hasyim Asy’ari, khususnya melalui kitab Adabul alim wal Muta’allim yang hingga kini masih menjadi rujukan utama dalam mendidik karakter santri.
“Ilmu akan terus berkembang seiring zaman, maka kita harus membekali anak-anak dengan warisan ilmu dari KH. Hasyim Asy’ari yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah,” tutur Cicit Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari itu.

Dalam kesempatan tersebut, Yai Kikin juga menyampaikan pesan khusus kepada para guru, pembina, dan pengurus pondok agar memberikan pendidikan yang utuh kepada para santri. Ia merangkum nilai-nilai tersebut dalam singkatan “BERKAH”:
- B: Berilmu
- E: Etika
- R: Religius (sebagai pondasi)
- K: Kreatif
- A: Amal Saleh (mengamalkan ilmu untuk kemanfaatan dunia)
- H: Hikmah (pemahaman mendalam terhadap ilmu yang diperoleh)
Selain Pengasuh Pesantren Tebuireng, turut hadir dalam acara ini, diantaranya: Bu Nyai Leili Lailiyah, Nyai Farida Salahudin Wahid, Sekretaris Utama, Gus Abdul Ghofar Yusuf, Mudir Pembinaan Pondok, H. Lukman, serta seluruh guru dan pembina Pesantren Kesamben.
Dalam sesi pembukaan, Gus Abdul Ghofar selaku sekretaris Pesantren Tebuireng membacakan laporan umum terkait perkembangan pesantren. Ia menyampaikan bahwa saat ini jumlah total santri di seluruh unit Pesantren Tebuireng mencapai kurang lebih 5.200 orang, yang berasal dari 25 provinsi di Indonesia.
Baca Juga: Suasana Haru dan Harapan Santri Baru Warnai Awal Tahun Ajaran
Gus Ghofar juga mengungkapkan harapan Pesantren Tebuireng terhadap santri baru yang diterima. “Kami berharap, santri yang mendaftar di Pesantren Tebuireng adalah mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Dan Alhamdulillah, semua yang sudah diterima di sini benar-benar memiliki itu,” ungkapnya.
Usai acara, tim Tebuireng Online berkesempatan mewawancarai Nyai Farida Salahudin Wahid, istri almarhum Gus Sholah. Ia tampak bahagia melihat antusiasme santri baru. “Pasti sangat bahagia dan terharu ketika tadi melihat antusias santri baru yang bahagia. Alhamdulillah, saya pas masuk tadi itu terharu karena teringat pesan Gus Sholah dulu, bahwa perempuan harus maju dan tidak boleh kalah dengan laki-laki, hanya kodratnya saja yang berbeda,” ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan harapan setelah melihat perkembangan fisik bangunan di Pesantren Kesamben. “Semoga santriwati yang mondok di sini kelak menjadi orang yang berhasil dan tidak mengecewakan orang tuanya,” tutupnya.
Baca Juga: KH. Imam Pituduh: Belajar di Pesantren Tebuireng Anugerah Luar Biasa!
Hadir juga kesan yang datang dari perwakilan wali santri, Heny Aysih dari Bogor. Ia menyampaikan bahwa memilih pesantren adalah keputusan sadar para orang tua di tengah tantangan zaman modern.
“Pondok pesantren adalah pilihan orang tua di era modernisasi. Pak kiai, kami titipkan anak-anak kami, semoga bisa menjadi pemimpin yang berhasil kelak,” ujarnya.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

