
Tebuireng.online– Bank Sampah Tebuireng (BST) bersama Unit Kebersihan Kerapian Lingkup Pesantren (UKKLP) meluncurkan program pemilahan sampah untuk santri pondok putra Pesantren Tebuireng. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 1 Gedung Yusuf Hasyim, pada Senin (29/9/2025).
Dalam acara launching, BST dan UKKLP sekaligus menyerahkan tempat sampah khusus yang akan digunakan santri untuk memilah sampah organik dan non-organik.
Mudir Pembinaan Pondok Pesantren Tebuireng, H. Lukman Hakim, menegaskan bahwa gerakan pemilahan sampah bertujuan menjaga kebersihan lingkungan pesantren dengan melibatkan seluruh civitas, bukan hanya mengandalkan petugas kebersihan.
Baca Juga: Tekankan Kebersihan Hati dan Lingkungan, Bank Sampah Tebuireng Gelar Edukasi Sampah
“Pesantren Tebuireng selama ini dikenal dengan kebersihannya. Selama ini, kebersihan dijaga oleh tim kebersihan yang bekerja hampir 24 jam. Namun, sudah semestinya kebersihan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para santri,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui program ini, diharapkan tidak ada lagi sampah campuran di lingkungan pesantren.
“Mulai besok dan seterusnya, sampah organik dan non-organik harus dipisahkan. Ini adalah gerakan kolektif demi menjaga lingkungan pesantren yang bersih dan sehat,” imbuhnya.
Baca Juga: BANK SAMPAH TEBUIRENG (BST)
Di akhir sambutan, H. Lukman Hakim menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya program tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah mendukung, khususnya tim Bank Sampah Tebuireng dan Unit Kebersihan Kerapian Lingkup Pesantren,” tutupnya.
Peluncuran program pemilahan sampah ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pesantren yang lebih peduli lingkungan sekaligus mendidik santri untuk hidup bersih dan bertanggung jawab.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
