Mewakili Indonesia, Mahasantri Tebuireng Habib Yusra Sabet Juara 1 MQK Internasional

Mewakili Indonesia, Mahasantri Tebuireng Habib Yusra Sabet Juara 1 MQK Internasional


Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Muhammad Habib Yusro foto bersama piagam penghargaannya (doc. pribadi)

Tebuireng.online— Muhammad Habib Yusra, mahasantri asal Riau yang kini tercatat sebagai mahasantri semester 1 Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng (tingkat M2), berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara 1 dalam ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional 2025, cabang Fikih, dengan kitab yang dikaji adalah Bidayatul Mujtahid. Mewakili Indonesia, Muhammad Habib Yusra meraih nilai akhir 977.67 mengungguli peserta lainnya.

Kompetisi tingkat internasional ini digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bertempat di Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Tahun ini merupakan kali pertama ajang MQK diselenggarakan secara internasional, dengan melibatkan peserta dari 10 negara Asia Tenggara. 

Baca Juga: Ukir Prestasi Internasional, Mudir Ma’had Aly Tegaskan Komitmen Tafaqquh Fiddin Tebuireng

Sesuai pengumuman yang disampaikan Panitia Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional 2025, Senin (6/10), Muhammad Habib Yusra terpilih mewakili Indonesia setelah sebelumnya menjadi finalis lomba Bahtsul Kutub tahun 2023. Ia kemudian mengikuti seleksi nasional yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng dan berhasil lolos bersama tiga delegasi lainnya untuk mewakili Indonesia dalam dua cabang: Fikih dan Tafsir, untuk kategori putra dan putri.

“Latihan dimulai sejak sekitar tiga bulan sebelum lomba, tidak terlalu intensif karena sambil menjalani kegiatan lain,” ujar Habib. Selama masa persiapan, ia dibimbing langsung oleh KH. Ach. Roziqi, yang turut mendampingi hingga pelaksanaan lomba.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
(ket. Jas Hitam) Muhammad Habib Yusra saat menerima penghargaan bersama pemenang lainnya. (sumber foto: amirul/kemenag.go.id)

Dalam kompetisi ini, penilaian dilakukan oleh tiga orang dewan juri dengan fokus pada aspek berbeda: nahwu-sharaf dan tata bahasa, tarjamah serta penguasaan istilah-istilah fikih mustholahat fiqhiyyah, dan terakhir pada pendalaman analisis serta penerapan hukum fikih.

Habib mengaku tidak mengalami kesulitan berarti selama perlombaan. “Tidak ada yang terlalu berat, Alhamdulillah,” ucapnya. Ia juga menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas pencapaian tersebut. “Tentunya senang, bisa buat orang tua dan guru-guru bangga,” tambahnya.

Baca Juga: Mahasantri Tebuireng Raih Juara Lomba KTIQ Tingkat Jawa Timur

Sebagai Juara 1 cabang Fikih, Habib mendapatkan medali, plakat kejuaraan, serta uang pembinaan. Namun lebih dari itu, ia menilai pengalaman ini sebagai kesempatan berharga untuk menambah wawasan, menjalin silaturahim, dan memperluas relasi dengan sesama santri dari berbagai negara.

Habib mengaku, mendapat apresiasi dari para dosen dan Mudir Ma’had Aly tempat ia menimba ilmu. Baginya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pesantren Indonesia, khususnya dari Riau, mampu bersaing dan unggul di kancah internasional dalam kajian kitab kuning klasik kutub turats.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *