Mendekap Rindu | Tebuireng Online

Mendekap Rindu | Tebuireng Online


Ilustrasi penantian (sumber: hadila)

Malam Rindu
Petang menyelimuti kota
yang kini berpenerangan temaram rembulan
kutitipkan kata pada sunyi malam
tentang rindu yang tak pernah padam

di balik kesunyian malam
aku ciptakan bait tentang pesonamu
dalam keheningan ini
betapa kumerindukan kehangatanmu

rinduku berkeliaran tanpa alamat
mencari pemilik hati
di tiap cahaya yang temaram dan samar

Mendekap Rindu
Saat malam yang bertaut dengan sunyi
penaku memaksa merangkai aksara
rinduku akan hadirmu
mendekap lembut dalam relung kalbu

kusampaikan rindu
dalam diam tanpa suara
syuttt…
angin berdesik merdu tanpa jeda

kutitipkan rindu yang masih terkurung
diantara ribuan bintang
agar semesta tahu
di sini aku masih setia
menunggu dalam kesunyian tanpa suara


Pintu Tertutup
Janji yang telah kau ucap
telah kusimpan rapat di bawah debu buku-buku tua
bersama mimpi yang tak pernah menemukan wujudnya

janjimu hanyalah guratan semu
retak di antara kalimat palsu

Kini aku mengerti
cinta tak selalu lahir dari setia
terima kasih untuk luka yang membentukku
biarlah pintu ini tetap tertutup
tak perlu lagi kau ketuk



Penulis: Amalia Dwi Rahmah
Editor: Rara Zarary

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *