
Tebuireng.online— Serangkaian masa orientasi di SMP Sains Tebuireng, Jombok (7/10/2025) telah sukses dilaksanakan. Agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada tanggal 8 Juli hingga 10 Juli 2025, yang diisi dengan pengenalan selayang pandang Pondok Pesantren Tebuireng dan sejarah sekolah SMP Sains Tebuireng serta materi tentang kebersihan.
Tak hanya itu, materi Ahlu Sunnah wal Jamaah atau ASWAJA juga turut melengkapi pemahaman santri baru dalam mengenal akidah, fiqih, dan pondasi Nahdlatul Ulama (NU) yang berpegang pada ASWAJA.
Materi ASWAJA dibawa oleh Ustadz Mulya Afif, Wakil Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng. Semarak santri baru menyimak dan aktif menjawab membuat suasana di aula menjadi interaktif. Pasalnya, materi dibuka dengan cuplikan film pra kemerdekaan dan sejarah NU serta kisah balik film Sang Kiai membuka cakrawala pengetahuan santri baru terhadap NU dan perjuangan para tokohnya.
Baca Juga: MPLS SMP Sains Tebuireng, Pengenalan Tata Tertib dan Budaya K3
Setelah itu, Ustadz Afif mulai menceritakan tentang resolusi jihad yang digelorakan Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang berisi fatwa untuk memerangi Belanda dan sekutunya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Lebih lanjut, Ustadz Afif menjelaskan betapa moderatnya prinsip-prinsip yang dipegang ASWAJA. Beliau mengibaratkan wilayah negara sebagai rumah tempat tinggal kita. Oleh karena itu, keamanan rumah harus dijaga dari segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan konflik dan ketegangan penghuni (masyarakat) di dalamnya. Nilai toleransi itulah yang menjadi point utama yang dipegang ASWAJA.
“Dalam ranah akidah, kita mengikut pada imam Abul Hasan Asy’ari dan imam Abu Mansur al-Maturidi. Adapun dalam ranah fiqih, wilayah ASWAJA mengikut pada empat imam madzhab yaitu Imamuna Asy-Syafi’I, Imam Hanafi, Imam Malik, dan Imam Ahmad ibn Hanbal,” tuturnya
Menariknya, setiap sesi tanya jawab, pemateri memberi reward kepada santri yang berani tampil ke depan untuk menjawab pertanyaan. Hal inilah yang membuat santri berlomba menjawab pertanyaan dan tampil maju ke depan. Kemudian saat peserta MPLS terlihat mulai tidak fokus, beliau mengalihkan suasana agar hidup kembali dengan ice breaking yang membuat anak-anak tidak jenuh lagi.
Setelah usai sesi materi, penulis mewawancarai tiga santri baru tingkat SMP yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Diantaranya adalah Qaysar yang berasal dari Kalimantan Timur mengatakan bahwa ia sangat bersyukur bisa menjadi santri Tebuireng dan ia berharap untuk 3 tahun ke depan agar dirinya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Baca Juga: Taaruf dengan Wali Santri Baru, Waka Kesiswaan SMP Sains Tebuireng Jelaskan Ini
“Saya belajar ke Tebuireng atas keinginan sendiri. Sebenarnya saya bersama 2 teman saya mengikuti seleksi masuk Pesantren Sains Tebuireng ini, namun kedua teman saya tidak lolos. Saya berharap bisa menjadi penghafal al-Qur’an dan ilmuan setelah lulus dari pesantren Sains Tebuireng ini,” ungkap Riando santri baru yang berasal dari Jaya Pura, Papua.
Kemudian Defandro, santri baru yang berasal dari Kediri mengatakn bahwa motivasi dirinya masuk Pesantren Sains Tebuireng agar bisa menjadi santri yang aktif berorganisasi sambil terus mengejar prestasi dan ilmu agama. Hal itu didasarkan keinginannya membahagiakan kedua orangtuanya.
Untuk diketahui, pada tahun ajaran baru ini, SMP Sains Tebuireng menerima sebanyak 254 santri baru. Jumlah tersebut terbagi sama rata, yakni 127 santri putra dan 127 santri putri.
Pewarta: Alfiya Hanafiyah
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

