
Tebuireng.online— Santri Tebuireng gelar malam refleksi Kemerdekaan dan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng, pada Sabtu (16/8/2025) malam. Kegiatan malam refleksi tersebut bertema “Pesantren Tebuireng Pencetak Pejuang dan Pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Melalui tema tersebut diharapkan para santri dapat meneruskan segala bentuk cita-cita kemerdekaan.
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, berkesemapatan untuk membakar semangat para santri agar bisa meneladani semangat tokoh-tokoh kyai Pesantren Tebuireng yang memiliki sumbangsih terhadap kemerdekaan Indonesia.
“Para santri kalian harus ingat bahwa di Pesantren Tebuireng telah melahirkan dua pahlawan nasional yang bisa kalian ziarahi di setiap hari, yakni Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan juga putranya yakni KH. Abdul Wahid Hasyim,” ungkapnya.
Kiai Asep juga turut meningatkan bahwa terdapat kyai Pesantren Tebuireng yang saat ini sedang diusahakan mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Baca Juga: KH. Abdul Hakim Mahfudz, Ajak Santri Meneruskan Warisan KH. Hasyim Asy’ari

“Terdapat dua tokoh kyai di Pesantren Tebuireng yang tinggal menanti gelar pahlawan dari pemeritahan, yakni KH. M. Yusuf Hasyim dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur),” imbuhnya menjelaskan.
Menurutnya, kemerdekaan yang saat ini dirasakan oleh Indonesia tidak akan terlepas dari peran sentral sosok KH. M. Hasyim Asy’ari.
“Kemerdekaan negara Indonesia ini tidak akan ada tanpa adanya perjuangan dari KH. M. Hasyim Asy’ari. Yang artinya suatu saat setelah selesai menimba ilmu di sini, dan lanjut kuliah baik di dalam negeri atau di Luar Negeri, maka kiprahnya harus berdasarkan kiprah perjuangan,” terangnya.
Kiai Asep Saifuddin, mengatakan bahwa cita-cita utama kita dalam kemerdekaan Indonesia adalah terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur.
“Maka para santri harus bisa turut ambil peran tersebut untuk bisa meneruskan perjuangan dari kiai hasyim. Maka kalian harus bisa mewujudkan hal itu dengan tidak hanya menjadi angan-angan saja.” Tutupnya.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

