
Tebuireng.online— Ketua LPNU Jawa Timur, Gus Wahyu A Priambodo menyampaikan sambutan dalam acara Seminar Nasional dalam rangka Hari Santri Nasional 2025 di Pondok Pesantren Tebuireng pada Jum’at (17/10). Seminar ini merupakan inisiasi antara PW LPNU Jawa Timur dengan BNN Republik Indonesia.
Dalam seminar yang mengusung tema “Sinergi NU dan BNN Menanamkan Nilai Ekonomi Produktif dan Hidup Sehat Sejak Dini”, ia mengambil dua unsur penting yakni hidup sehat bebas narkoba dan menjadi pribadi produktif secara ekonomi sejak dini, yang sangat krusial bagi masa depan bangsa, terutama para santri.
Gus Wahyu menegaskan bahwa ancaman narkoba sangat nyata, peredarannya telah mencapai kalangan pelajar dan santri di pesantren, “oleh karena itu, sinergi antara BNN dengan Nahdlatul Ulama, khususnya melalui Lembaga Perekonomian NU, saya anggap sebagai langkah cerdas dan sangat relevan untuk mengatasi masalah ini,” tegasnya.
Baca Juga: PW LPNU Jatim Gandeng BNN: Santri Tebuireng Didorong Jadi Pelopor Anti Narkoba dan Ekonomi Produktif
Begitupun dengan kemandirian ekonomi yang kuat, Ketua LPNU ini meyakini akan ketahanan moral dan sosial generasi muda jika santri dapat memperkokoh produktivitas ekonomi, “santri yang memiliki keterampilan, kreativitas, dan semangat wirausaha tidak akan mudah tergoda hal negatif termasuk narkotika,” jelasnya.

Hidup produktif berarti berani berkarya, berinovasi, dan berkontribusi, mendorong santri menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja.
Beliau menambahkan, banyak contoh inspiratif dari santri dan alumni pesantren yang sukses mengembangkan usaha di berbagai bidang seperti pertanian, perdagangan, teknologi, hingga ekonomi kreatif. “Keberhasilan ini lahir dari nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan kerja keras yang ditanamkan selama di pesantren,” tambahnya.
Baca Juga: Peringati Hari Kesehatan, SMA A. Wahid Hasyim Gelar Seminar Anti Narkoba
Di akhir sambutan, Gus Wahyu berharap agar santri memperoleh wawasan bahwa menjaga diri dari narkoba adalah kewajiban moral dan agama, sekaligus fondasi utama untuk masa depan yang produktif dan berdaya saing yang memadukan semangat religius dengan kecakapan ekonomi dan kesadaran hidup sehat. Mereka diyakini akan tumbuh menjadi generasi emas yang tangguh, sehat, berakhlak, dan mandiri secara ekonomi.
Pewarta: Bakhit Jauharullaudza
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

