
Pergi Tanpa Pamit
Kau bukan sekadar hewan peliharaan
Kau teman di saat sunyi
Kau pelipur dalam luka
Kau diam, tapi mengerti segalanya
Kini rumah terasa hampa
Langkah kecilmu tak lagi terdengar
Matamu yang dulu menatap penuh cinta
Kini hanya bayang dalam ingatan yang mengoyak
Aku tak siap kehilanganmu
Tak siap menatap tempat kosong di sudut ruangan itu
Tak siap memanggil namamu
Dan hanya dijawab oleh sepi yang menusuk pilu
Kau pergi tanpa pamit
Meninggalkan jejak yang tak bisa digantikan
Dan aku di sini
Menangisi kepergianmu
Dengan cinta yang tak sempat utuh kuucapkan
Tanya yang Mengendap
Kenapa mereka berbuat jahat
Saat aku tak pernah mengusik langkah?
Apakah baik tak cukup kuat
Untuk menahan niat yang busuk dan gelap?
Apa salahku hingga mereka mencibir?
Apa lukaku membuat mereka bangga tertawa?
Apakah kelembutanku membuatku pantas jadi sasaran?
Atau mereka takut pada cahaya yang diam-diam kusembunyikan?
Kadang dunia ini aneh
Yang menyakiti justru dipuji
Yang bertahan malah dicaci
Dan kebaikan sering jadi sasaran iri
Tapi aku tetap di sini
Tak ingin menjadi seperti mereka
Biarlah luka jadi pelajaran
Bahwa tak semua orang tahu cara mencintai tanpa melukai.
Putaran yang Diam-diam Kembali
Benarkah ada karma
Seperti benang halus yang tak terlihat
Tapi perlahan melilit balik
Pada tangan yang dulu sembrono menyakiti?
Mungkin tak langsung
Mungkin tak di hadapanku
Tapi hidup punya caranya sendiri
Untuk membalas yang layak dibalas
Tak perlu aku mendoakan balasan
Tak perlu aku menanti luka mereka
Aku percaya pada semesta
Ia tak tuli, hanya sabar menata waktunya
Jika hari ini aku disakiti
Bukan berarti aku kalah
Bisa jadi aku hanya ditarik mundur
Untuk dilempar lebih jauh oleh takdir yang adil.
Dan kepada mereka yang menyakiti
Biarlah karma yang mengajar
Sebab aku sudah lelah marah
Aku hanya ingin damai dan lupa.
Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary

Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

