
Oleh: Dr. KH. Mohammad Farid Zaini, Lc., M.H.I
Contents
الحمدُ للهِ العَلِيِّ العَظِيمِ الرَّؤُوفِ الرَّحِيمِ، الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْجِي قَائِلَهَا مِنَ الجَحِيمِ
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، صَلَاةً دَائِمَةً مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةٌ لِلْأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ، فَقَدْ قَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيمِ: یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
Pertama, mari kita bersyukur kepada Allah dengan mengucap alhamdulillahirabbil’alamin. Kedua, saya wasiatkan untuk diri saya sendiri dan semua kaum muslimin di mana pun berada, termasuk hadirin pada Jum’at kali ini, marilah kita senantiasa menjaga iman, Islam, serta takwa kepada Allah. Dengan cara menjalankan perintah-perintah-Nya, sekaligus menjauhi semua larangan-Nya. Kita semua juga berharap mudah-mudahan kalau kita diambil oleh Allah, kembali kepada Allah diberikan khusnul khatimah.
Baca Juga: Satu Cara Agar Mudah Dikenal Allah
Allah berfirman:
وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)
Wal-‘aṣr(i) (1) Innal-insāna lafī khusr(in) (2) Illā alladzīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣaw bil-ḥaqqi wa tawāṣaw biṣ-ṣabr(i) (3)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.
Kebanyakan ulama mengatakan bahwa kata al-‘asr adalah al-dahr (masa). Sebagaian lain menganggap artinya akhir al-dahr (akhir masa). Sehingga bisa dimaknai “demi masa yang hampir telah habis” menjelang hari kiamat. Sebab Rasulullah SAW diutus oleh Allah pada hari-hari terakhir menjelang hari kiamat. Para ulama ahli tafsir menyatakan lafaz insan pada ayat dua bermakna ‘am (umum), sehingga maknanya kullu insan (setiap manusia). Artinya setiap individu manusia tidak peduli lelaki atau perempuan, kecil atau besar, kaya atau miskin, sakit atau sehat, semuanya dalam keadaan hancur dan rugi.
Ini adalah firman Allah berupa sumpah-Nya yang harus diperhatikan oleh orang-orang yang beriman. Allah melanjutkan, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran. Tiada perbedaan di kalangan ahli tafsir bahwa kalimat alladzina amanu adalah ahlul iman wa al-tauhid, yakni orang-orang yang mengesakan Allah SWT, menegakkan iman dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah satu di antara orang yang selamat baik di dunia maupun di akhirat.
Baca Juga: Sanad dalam Agama Bukan Sekadar Syarat
Wa ‘amilussalihat, kebanyakan ulama menafsirkan bahwa mengerjakan amal salih bermakna menjalankan perintah-perintah Allah yang telah digariskan oleh Al-Qur’an dan Rasulullah SAW. Wa tawashau bil haqq, kalimat di sini menggunakan wazan musyarakah artinya orang yang beriman harus saling menjaga ukhuwah iman, islam, serta saling memberikan wasiat dan nasihat. Bil haqq yakni menurut; Ibn Abbas: ‘ada’ al-tha’ah wa qiyam al-syari’ah (melaksanakan ketaatan dan menjalankan syariat), Qatadah: bil qur’an al-karim (Al-Qur’an).
Saya cenderung menganggap pendapat Imam Qatadah yang memberikan tafsir watawashau billhaqq adalah saling berwasiat dengan Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah segala-galanya bagi orang yang beriman. Dengan Al-Qur’an ia akan selamat dalam kehidupan duniawi dan ukhrawi. Dengan Al-Qur’an ia akan mendapatkan petunjuk dari Allah. Sebagaimana dalam Al-Qur’an:
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
Inna hādzā al-qur’āna yahdī lillatī hiya aqwamu wa yubasysyiru al-mu’minīna alladzīna ya‘malūna aṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran kabīrā.
Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (QS. Al-Isra’: 9)
Ayat ini senada dengan Al-‘Asr, bahwa memang Al-Qur’an menjadi panduan utama bagi kehidupan kaum mukminin.
Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah
Saya menyerukan kepada saudara-saudara seiman, marilah kita selalu kembali kepada Al-Qur’an. Kaum muslimin saat ini diterpa dengan ketidakpercayaan sesama mukmin, saling menghujat antara satu dengan yang lain, saling mencemooh, saling merasa lebih hebat. Tentu saja hal ini bisa saja terjadi lantara mereka lupa dengan pesan-pesan dalam Al-Qur’an: Innamal-mu’minūna ikhwatun (إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ)
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Tiada sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri. HR. Al-Bukhārī (no. 13) dan Muslim (no. 45)
إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ
Sesungguhnya janji Allah itu benar. Maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan pula penipu (setan) memperdayakan kamu terhadap Allah.
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا (١٠٣) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (١٠٤)
Katakanlah, “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” (Yaitu) orang-orang yang sia-sia usahanya di kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
Baca Juga: Akhir Zaman, Ikuti Ulama yang Memiliki Khasyah Tinggi
Jangan sampai kita seperti orang-orang yang merugi sebab mengingkari kebenaran yang datang dari Al-Qur’an, sebagaimana ayat berikut:
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
Mereka itulah orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (mengingkari) perjumpaan dengan-Nya, maka hapuslah segala amal mereka, dan Kami tidak akan memberikan penilaian bagi mereka pada hari Kiamat.
Mudah-mudahan kita semua didekatkan oleh Allah untuk selalu dekat Al-Qur’an. Menjadikan semua gerak-gerik amal ibadah, perkataan-perkataan diukur dan dicocokkan dengan baromater Al-Qur’an. Setidaknya setiap hari kita baca, renungkan, kita amalkan apa yang diperintahkan oleh Al-Qur’an. Hal ini akan menjadikan keberkahan dalam kehidupan kita semua.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ
*Dosen Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munwaroh, Diwek, Jombang
**Ditranskip oleh Yuniar Indra Yahya
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

