
Tebuireng.online— Tiga siswa SMK Khoiriyah Hasyim Tebuireng berhasil meraih juara 3 dalam lomba daur ulang sampah tingkat Tebuireng Raya yang digelar pada Kamis (16/10/2025), di Pesantren Sains Tebuireng Jombok, Jombang. Mereka adalah Erlangga Siswa Gutama (kelas 11 DKV), Muhamad Ahsan Obama (kelas 11 BC), dan Muhamadun Najwa (kelas 11 BC).
Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri 2025 dan diikuti oleh berbagai unit pendidikan di lingkungan Pesantren Tebuireng. Penanggung jawab kegiatan adalah Ustadz Syifaul Fuad, sedangkan ketua panitia adalah Ustadz Abi Bukhori.
Baca Juga: Kreatif! Tong Sampah Pop Up dari Gelas Bekas Sabet Juara 1
Dalam lomba ini, peserta ditantang untuk mengolah sampah atau barang bekas menjadi barang baru yang memiliki fungsi. Tim SMK Khoiriyah memilih untuk mendaur ulang kardus galon. “Bahan ini mudah ditemukan dan bisa dimanfaatkan menjadi tempat sampah yang estetik,” jelas Erlangga. Mereka hanya diberi waktu dua jam untuk menyiapkan konsep dan membuat karya, dimulai pukul 10.30 hingga 12.00 siang.
Cerita awal keikutsertaan mereka cukup unik. “Kami tiba-tiba dipilih oleh koordinator SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, Ustadz Afif Ashari, untuk mengikuti lomba daur ulang sampah. Kami langsung diberi tema dan peralatan,” ungkap Najwa. Namun, saat lomba berlangsung, mereka sempat hampir menyerah. “Di tengah perlombaan, waktu tinggal 20 menit, progres kami belum terbentuk dan belum terpasang. Tapi kami sungkan kalau tidak menyelesaikan tugas yang sudah dipercayakan,” lanjutnya.

Meskipun awalnya minder karena karya mereka terlihat sederhana dibanding peserta lain, semangat untuk menekankan fungsi di atas hiasan menjadi kunci keberhasilan. “Kami lebih mengutamakan fungsi daripada gengsi. Ternyata, dari situ justru kami bisa meraih juara,” kata Ahsan.
Penilaian lomba sendiri mencakup aspek fungsi, keindahan, dan kreativitas. “Prosedur penilaian dari juri berdasarkan fungsi, keindahan, dan seberapa kreatif ide yang dihasilkan,” jelas Erlangga. Karya mereka akhirnya berhasil meraih juara 3 dan mendapat sertifikat dari panitia, serta apresiasi dari orang tua.
Baca Juga: Semarak HSN 2025, Lomba Melukis Santri Tebuireng Angkat Tema Jihad Lingkungan
Perjalanan menuju kemenangan ini tidak tanpa kendala. “Kesulitannya ya sempat putus asa dan ada sedikit miskomunikasi,” ujar Najwa. Meski begitu, mereka tetap melanjutkan hingga waktu berakhir. Mereka juga mendapat bimbingan langsung dari Ustadz Alfian dan Ustadz Afif sejak persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Bagi Ahsan, pengalaman ini sangat berkesan. “Saya tidak percaya kalau bisa juara 3, karena perasaan saya karyanya nggak bagus-bagus amat,” ujarnya sambil tertawa. Sementara itu, Erlangga menilai lomba ini sangat menarik karena mampu membangkitkan semangat berkarya. “Yang menarik dari lomba ini adalah keinginan untuk berkreasi, mengubah barang bekas jadi sesuatu yang bermanfaat,” ucapnya.
Selain mendapat penghargaan, mereka juga memperoleh pengalaman dan hikmah baru. “Yang paling berkesan, saya dapat kenalan baru dan ketemu teman lama,” kata Najwa.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

