Gus Ulil Sebut Integrasi Ilmu Syar’iyyah dan ‘Aqliyyah Jadi Kunci Transformasi Pesantren

Gus Ulil Sebut Integrasi Ilmu Syar’iyyah dan ‘Aqliyyah Jadi Kunci Transformasi Pesantren


Gus Ulil Abshar Abdalla (ketua PBNU) dan jurnalis tebuireng.online (dok. tebuirengonline)

Tebuireng.online— Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU), atas mandat Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), menggelar acara Nasyrussanad dan Musyawarah Transformasi Pesantren sejak Sabtu (12/7/2025), di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Pada gelaran di hari ke lima, Kamis (17/07/2025), turut hadir Gus Ulil Abshar Abdalla. Pada kesempatan tersebut jurnalis tebuireng.online berkesempatan berbincang mengenai transformasi pesantren. Gagasan transformasi pesantren yang belakangan digaungkan oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan didorong oleh Robithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), dinilai Ulil Abshar Abdalla sebagai bentuk kesadaran penting untuk mengembangkan pesantren agar mampu menjawab tantangan zaman.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ulil, transformasi pesantren tidak sekadar bentuk modernisasi semata, melainkan bentuk ishlah (perbaikan) yang justru menguatkan tradisi pesantren. “Pesantren itu tumbuh secara organik dari masyarakat, diwarisi dari para kiai yang membawa warna lokal yang beragam. Maka transformasi ini bukan untuk menghapus keragaman itu, tetapi mengarahkan agar ada standar minimal yang dapat menjamin kualitas dan keamanan pendidikan,” ujar menantu Kiai Mustofa Bisri ini.

Baca Juga: Gus Ulil Abshar Abdalla Ungkap Alasan Ekstrimis Lebih Menarik

Menurut Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU itu, salah satu aspek penting dalam transformasi ini adalah aspek kurikulum. Ia menekankan bahwa transformasi kurikulum harus dimulai dari kerangka epistemologi Islam itu sendiri. Ia mencontohkan pemikiran Imam Al-Ghazali sebagai model integrasi antara ilmu wahyu (‘ulum syar‘iyyah) dan ilmu rasional (‘ulum ‘aqliyyah). “Menurut Al-Ghazali, kedua jenis ilmu itu sama-sama penting dan harus dipelajari oleh pelajar muslim. Ini sebetulnya sudah menjadi modal epistemologis kita dalam membangun kurikulum integratif,” katanya.

Gus Ulil juga menyinggung pentingnya digitalisasi dalam proses transformasi pesantren. Ia melihat teknologi digital sebagai sarana penting untuk mempercepat proses transformasi, termasuk dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran dan pengelolaan pesantren. “Santri ke depan harus melek teknologi. Bukan hanya mampu menggunakan AI, tapi kalau bisa juga mengembangkan teknologi sendiri dari basis nilai-nilai keilmuan pesantren,” tegasnya. Namun, Ulil mengingatkan bahwa transformasi ini harus tetap menjaga ruh dan tradisi pesantren, terutama dalam hal keilmuan dan adab.

Baca Juga: RMI PBNU Gelar Pembukaan Nasyrus Sanad dan Musyawarah Transformasi Pesantren

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya standar sarana dan prasarana sebagai bagian dari transformasi fisik pesantren. Ia mencontohkan bahwa buruknya fasilitas dapat berkontribusi pada munculnya berbagai kasus kekerasan yang sempat mencuat di beberapa pesantren. “Dengan adanya standarisasi minimal terhadap asrama, sanitasi, keamanan, dan pengawasan, kita bisa memitigasi risiko seperti kekerasan seksual,” ujar Ulil.

Transformasi pesantren, bagi Ulil, bukan pilihan, tetapi keharusan. Namun langkah ini harus berpijak pada tradisi dan epistemologi Islam sendiri. “Ini bukan sekadar soal kurikulum modern, tapi bagaimana menjadikan pesantren tetap menjadi pusat keilmuan yang otentik, terbuka, dan mampu melahirkan santri yang menjawab tantangan zaman,” pungkasnya.



Pewarta: Yuniar Indra Yahya
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *