Cepat Mahir Kitab Kuning, Pesantren Sains Tebuireng Terapkan Metode Al-Miftah Sidogiri

Cepat Mahir Kitab Kuning, Pesantren Sains Tebuireng Terapkan Metode Al-Miftah Sidogiri


Suasana pelatihan metode al-Miftah Sidogiri bertempat di Balai Diklat Tebuireng dengan dihadiri oleh 30 guru diniyyah kelas ula dan wustho, Selasa-Rabu (15-16/07/2025) pekan lalu. Foto: Panitia
Suasana pelatihan metode al-Miftah Sidogiri bertempat di Balai Diklat Tebuireng dengan dihadiri oleh 30 guru diniyyah kelas ula dan wustho, Selasa-Rabu (15-16/07/2025) pekan lalu. Foto: Panitia

Tebuireng.online- Pada hari Selasa-Rabu (15-16/07/2025) pekan lalu, Pesantren Sains Tebuireng mengadakan pelatihan belajar membaca kitab cepat dengan metode Al-Miftah Sidogiri sekaligus diajarkan oleh guru dari Ponpes Sidogiri. Acara berlangsung selama dua hari mulai pukul 08.30 -17.00 WIB, bertempat di Balai Diklat Tebuireng dengan dihadiri oleh 30 guru diniyyah kelas ula dan wustho.

H. Mulya Afif selaku Kepala Pondok mengatakan bahwa Pesantren Sains Tebuireng ingin guru memiliki metode belajar baca kitab cepat. Menurutnya, setelah menelisik, ternyata ada metode yang terbukti cepat dan tepat untuk santri. Maka metode Al-Miftah sebagai jawaban. Santri bisa menguasai dasar membaca kitab dengan cepat, kemudian santri bisa membaca kitab kuning sesungguhnya.

“Dengan masa belajar santri SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun adalah waktu yang cepat. Dengan adanya metode yang bagus dan cepat, kenapa tidak dipakai? Yang bagus kita ambil tapi yang lama kita pakai,” katanya.

Belajar metode Al-Miftah berisi materi yang mudah ditangkap, ada lagu-lagunya, praktek langsung dan aktif antara guru dan murid ini akan membuat santri semangat belajar baca kitab.

Muhammad Tamamuddin, selaku TU satu tatimmah Ponpes Sidogiri tata kelola tim Al-Miftah Sidogiri mengatakan, “Metode Al-Miftah dibuat oleh tim Al-Miftah Sidogiri. Idenya mulai 2001 dan baru di-launching pada tahun 2011. 10 tahun setelah Al-Miftah ada, idenya baru benar-benar dikenalkan dan disebarluaskan. Metode Al-Miftah ada 3 tingkatan, pertama pra Al-Miftah belajar pegon, kedua belajar materi Al-Miftah nahwu shorof, ketiga pasca Al-Miftah yakni belajar makna terjemah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Awal mula adanya metode al-miftah ketika ada problem di pondok pesantren sidogiri di mana santri tingkat aliyah baca kitabnya ada kemerosotan. Di situ  terjadilah lingkaran setan di mana guru aliyah menyalahkan guru tsanawiyah, mengapa dinaikkan ke aliyah kalau baca kitabnya belum mumpuni. Begitu pun guru tsanawiyah tidak mau disalahkan, kenapa di ibtida’iyah dinaikkan. Akhirnya terjadi lingkaran setan. Ini menjadikan pengurus pesantren sidogiri bagaimana sekiranya membuat metode mudah belajar membaca kitab,” ceritanya.

Pria asal Pasuruan ini mengaku mulai mengajar tahun 2018-2020. Tahun pertama mengajar Al-Miftah, kemudian tahun kedua mengajar pasca Al-Miftah yakni belajar takhasus. Ketika berada di lingkungan Tebuireng ia merasa nyaman dan dimuliakan dengan jamuan dan fasilitas bagus beserta lingkungan santri yang terlihat keteladanan mereka terhadap guru.

Alfiyah Hanafiyah, sebagai salah satu peserta al-miftah mengaku pertama kali belajar metode Al-Miftah.

“Ini adalah pengalaman pertama saya. Super keren, walaupun pelatihannya secepat kilat, tapi berbeda dengan pelatihan-pelatihan lain. Metode Al-Miftah ini dirancang untuk benar-benar mengajarkan santri cara mudah belajar membaca kitab dengan dikenalkan kaidah sederhana dan nadzhom yang asyik,” ujarnya.

Ia juga berharap agar metode ini dapat diterapkan dengan baik pada pembelajaran diniyyah di Pesantren Sains Tebuireng dan harapan agar metode Al-Miftah terus berkembang di lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya.

Pewarta: Aulia

Editor: Muh Sutan



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *