
Imam Al Muzani mempunyai nama lengkap Ismail bin Yahya bin Ismail bin Amr bin Ishaq abu Ibrahim almuzanni. Ia lahir tahun 175 H dan meninggal pada bulan Ramadan, sebagian ulama mengatakan beliau meninggal pada bulan Robiul Awwal tahun 264 H (Kitab Thobaqotu as-Syafi’iyah, hal 7:1)
Imam Muzani merupakan salah satu murid utama dari Imam Syafi’i yang sangat berperan besar dalam perkembangan madzhab Syafi’i. Imam Syafi’i memuji sendiri terkait Imam Muzani.
Contents
قال الشافعي : المزني ناصر مذهبي
“Al-Muzani adalah penolong madzhabku.”
Imam Syafi’i melegitimasi dirinya sebagai madzhab Syafi’i, Ia berkata:
أنا خلق من أخلاق الشافعي
“Aku adalah ciptaan akhlak al- Syafi’i.” Pernyataan ini mengungkapkan intensitas peranannya terhadap gurunya, Imam Syafi’i. Al-Muzani melihat dirinya sebagai perwujudan dari beberapa akhlak dan kualitas Imam Syafi’i, yang menunjukkan sejauh mana kekaguman dan cintanya terhadap imam Syafi’i (Kitab Thobaqotu as-syafiiyah hal 7:1).

Baca Juga: Penilaian Orang Lain, Kacamata Jalaluddin Rumi, Lao Tzu, dan Imam Bakr Almuzani
Ulama Syafi’iyah menggolongkan Imam Muzani beserta Imam Buwaithi sebagai Mujtahid Muthlaq Ghairu Mustaqil (Mujtahid Mutlaq yang Tidak Berijtihad Sendiri ), yakni ulama yang sudah memenuhi kriteria sebagai Mujtahid, namun belum mampu menciptakan kaidah Ushul sendiri dan masih berpegang pada kaidah Ushulnya imam madzhab.
Peran besar Imam Al Muzani dalam penyebaran madzhab Syafi’i salah satunya dapat dilihat dari kitab karangnya, Mukhtashar al-Muzani fi Furu’ al-Syafi’iyyah. Mukhtashar Al-Muzani merupakan ringkasan dari kitab Al-Umm karya Imam Asy-Syafi’i”. Namun perlu dipahami, maksud ringkasan disini bukan bermakna Al-Muzani membaca Al-Umm kemudian meringkasnya. Akan tetapi adalah Al-Muzani memahami ajaran fikih Asy-Syafi’i baik yang tertulis maupun yang disampaikan secara lisan, lalu menyerap semuanya kemudian meringkasnya.
Dalam muqoddimah kitabnya, al-Muzani menjelaskan pemberitahuan akan larangan asy-Syafii untuk bersikap taqlid kepadanya maupun orang lain:
اخْتَصَرْتُ هَذَا الْكِتَابَ مِنْ عِلْمِ مُحَمَّدِ بْنِ إدْرِيسَ الشَّافِعِيِّ – رَحِمَهُ اللَّهُ – وَمِنْ مَعْنَى قَوْلِهِ لِأُقَرِّبَهُ عَلَى مَنْ أَرَادَهُ مَعَ إعْلَامِهِ نَهْيَهُ عَنْ تَقْلِيدِهِ وَتَقْلِيدِ غَيْرِهِ
Aku meringkas kitab ini dari ilmu Muhammad bin Idris asy-Syafii – dan dari makna ucapan beliau untuk aku dekatkan itu kepada yang menginginkannya. Disertai pemberitahuan bahwasanya beliau (asy-Syafii) melarang taklid (sekedar ikut-ikutan) beliau maupun taklid terhadap orang lain (Mukhtashar al-Muzani 6:1).
Baca Juga: Para Mujtahid yang Menemani Imam Syafi’i Belajar
Dari kitab Mukhtasar Muzani inilah kemudian lahir kitab-kitab Ashab Syafi’iyyah lainnya, dimulai dari Syarah kitabnya yakni kitab Nihayatul Matlab fi dirayatil madzhab karya imam Haramain dan kitab Al- Hawi al-Kabir karya al- Mawardi . Setelah itu , Syarah tersebut diringkas lagi oleh imam Al- Ghazali menjadi al-basith, al-wasith, dan al-wajis. Kitab Al- wajis tadi kemudian disyarahi lagi oleh Imam rofi’i dengan nama kitab Al-Fathu Al-‘Aziz / Asy-Syarhu Al-Kabir, Al- Muharor dan beberapa kitab lain.
Kitab Asy-Syarhu Al-Kabir tadi diringkas lagi oleh imam Nawawi menjadi kitab Roudhotu ath- tolibin. Sedangkan kitab Al- muharor diringkas menjadi kitab Minhaju Tolibin. Dari kitab inilah nanti lahir kitab-kitab karangan ulama Syafi’iyah yang menjadi tumpuan pedoman penganut madzhab Syafi’iyyah sampai sekarang.
Bayangkan saja jika Imam Muzani tidak aktif menulis kitab, maka Madzah Syafi’i bisa jadi tidak bisa berkembang seperti sekarang. Sementara itu beberapa ulama juga memuji imam Muzani, diantaranya : Pujian Imam Adz-Dzahabi mengenai ibadah beliau, “ Imam Al-Muzani ketika selesai menyelesaikan bahasan satu masalah yang ia masukkan dalam kitab mukhtasharnya, setelahnya ia shalat Sunnah dua raka’at.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 12:493-494)
Sementara itu Imam Ibnu abd Al-Barr mengatakan:
قال ابن عبد البَرِّ: كان أعلم أصحاب الشافعي بالنظر، دقيق الفهم والفطنة…. وكان تقياً ورعاً ديناً صبوراً
“Imam Muzani merupakan seorang yang paling alim dalam madzhab Syafi’i dari segi nadhor ( menggali hukum-hukum), pemahamannya mendalam , wara dan sangat sabar.” (Ad- duafa Li Abi zur’ah ar razi 219:1)
Baca Juga: Mengenal Karomah Sayyidah Nafisah, Guru Imam Syafi’i
Imam Tajuddin as- subuki juga menyanjung imam Muzani, Ia berkata:
وقال تاج الدين السبكي: ناصر المذهب وبدر سمائه، وكان جبل علم مناظراً محجاجاً…. وكان زاهداً ورعاً متقللاً من الدنيا مجاب الدعوة
“Imam Muzani adalah penolong mazhab dan merupakan bulan purnama di langitnya. Dia adalah gunung ilmu, seorang yang handal menggali hukum-hukum, saleh,taat beragama, dan doanya musjabah.” (Thobaqotu as-syafiiyah hal 93: 2). Diantara karya-karya lain Imam Al-Muzani adalah Al-Jami’ al-Kabir, Syarhus Sunnah, Ahkamul Qur’an, Ifsadu at-Taqlid, At-Targhib fi al-‘Ilmi.
Penulis: Muhammad Fatkhun Ni’am
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

