Kreatif! Tong Sampah Pop Up dari Gelas Bekas Sabet Juara 1

Kreatif! Tong Sampah Pop Up dari Gelas Bekas Sabet Juara 1


Tiga siswi kreatif meraih juara pembuatan tong sampah (foto: istimewa)

Tebuireng.online— Pondok Pesantren Tebuireng Putri Kesamben mencatat prestasi membanggakan. Tiga siswi kelas X-1 berhasil meraih Juara 1 Lomba Daur Ulang Sampah dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh panitia Hari Santri Nasional Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (16/10/2025).

Lomba yang diusulkan oleh Bu Nyai Lelly Lailiyah, istri dari Gus Kikin, itu mengusung tema “Pesantren Indah Tanpa Sampah” dan diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai unit di lingkungan Tebuireng Raya. Para peserta ditantang untuk menciptakan karya inovatif dari bahan bekas yang banyak ditemukan di lingkungan pondok.

Annisaa Nayla Athallah, asal Talun Kidul, Sumobito, menceritakan awal mula keikutsertaan mereka. “Awalnya pas diumumin ada lomba ini di pondok, kita cuma iseng-iseng ikut. Itu diseleksi dulu di pondok. Kita mikir ide apa yang bagus biar tempat sampahnya nggak biasa aja. Akhirnya kepikiran ngumpulin gelas-gelas bekas,” ujarnya saat diwawancarai (17/10).

Baca Juga: Semarak HSN 2025, Lomba Melukis Santri Tebuireng Angkat Tema Jihad Lingkungan

Bersama dua temannya, Callysta Aghni Angelicha Hartanto dari Bandar Lampung, dan Selina Putri Aufil Fakhira dari Bangkalan, mereka mengumpulkan kardus dan gelas plastik bekas jajanan santri. Dari bahan-bahan sederhana itu lahirlah ide membuat tong sampah pop up, yaitu tempat sampah yang dapat terbuka otomatis dengan injakan kaki.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Awalnya sempat kepikiran pakai sensor, tapi ribet. Jadi akhirnya kita buat tong sampah yang bukaannya di bagian depan bawah, tinggal diinjak kakinya. Biar unik aja,” tutur Callysta.

Proses pembuatan karya ini memakan waktu sekitar satu minggu. Mereka harus mengumpulkan bahan, mengecat, dan melakukan tiga kali percobaan sebelum hasilnya benar-benar siap dilombakan. “Percobaan pertama gagal, yang kedua lumayan tapi belum maksimal, dan yang ketiga pas lomba itu akhirnya berhasil,” kenang Selina.

Meski sempat mengalami kendala, seperti mati lampu saat proses pengeleman, semangat mereka tidak surut. Juri menilai karya berdasarkan kesesuaian tema, kerapian, kreativitas, nilai seni, daya tarik, serta manfaat dari barang daur ulang tersebut.

“Bahan yang kita pakai itu kardus, gelas bekas minum es, tusuk sate, lem, dan cat. Soalnya di pondok banyak banget sampah kardus dan gelas bekas es. Jadi kita manfaatkan yang ada di sekitar,” jelas Annisaa.

Baca Juga: Momen HSN, Pesantren Sains Tebuireng Dorong Santri Kuasai Teknologi

Dari upaya tersebut, tim ini berhasil meraih Juara 1 dan menerima piagam penghargaan. “Jelas nggak nyangka banget bisa juara 1. Soalnya lihat karya peserta lain itu bagus-bagus. Tapi Alhamdulillah banget,” ungkap Callysta.

Selain prestasi, mereka juga mendapatkan pengalaman berharga. “Yang paling seru itu kerjasama tim, kekompakan, terus ketemu teman-teman baru dari berbagai unit Tebuireng. Pokoknya suasananya seru banget,” kata Selina.

Ketiga siswi tersebut berharap karya daur ulang seperti ini dapat menjadi inspirasi untuk menjaga kebersihan lingkungan pondok. “Semoga sampah-sampah di Tebuireng bisa diminimalisir lewat karya-karya kita, dan semoga ke depannya bisa terus berprestasi lebih baik lagi,” harap Annisaa.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *