
Tebuireng.online- IKAPETE (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng berkesempatan untuk mengunjungi Pondok Pesantren Al-Khozny pada 03 Oktober 2025 lalu mengalami musibah ambruknya bangunan 4 lantai.
Menurut Ustadz Abdul Malik selaku ketua IKAPETE Jombang, kunjungan ini diawali oleh keinginan dari Presnas IKAPETE, yakni Prof. Masykuri untuk mengujungi Pondok Pesantren Al-Khozny Buduran, Sidoarjo.
“Perencanaan awal keberangkatan kita menuju Pondok Pesantren Al-Khozny, diawali dengan keinginan ketua Presidium IKAPETE, yakni Prof. Masykuri Bakrie, dengan mengajak beberapa jajaran pengurus Presnas, pengurus wilayah IKAPETE Jawa Timur dan beberapa pengurus cabang yaitu Mojokerto sama Lamongan dan Jombang untuk mewakili IKPATE menyampaikan bela sungkawa secara langsung atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khozini,” ungkapnya.
Dalam perjalanan kunjungan tersebut, rombongan yang terdiri dari 12 orang ditemani langsung oleh pengurus IKAPETE PC Sidoarjo, Kiai Muzaki dan Gus Sabiq untuk dipertemukan dengan Kiai Abdussalam Majid selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo.
“Sesampainya kami di Pondok Pesantren Al-Khoziny, langsung disambut oleh beliau Kiai Abdussalam Majid, Pengasuh PP Al-Khoziny dan kita masuk diterima dengan hangat olehnya. Kemudian kita menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah tersebut. Dan alhamdulillah Kiai Abdussalam Mujib kayaknya sangat tabah dan sabar menghadapi ujian tersebut,” jelas ust. Malik.

“Beliau juga sempat menceritakan beberapa kejadian yang mungkin tidak dirilis oleh media ya. Yang mana beliau mendapat berita-berita dari para tim SAR saat menolong. Beberapa kejadian yang mungkin aneh menurut kita ya, tetapi itulah faktanya yang kita dengar dari beliau,” imbuhnya.
Ustadz Abdul Malik juga mengatakan bahwa, hubungan antara Pesantren Tebuireng dengan Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo cukuplah erat. Yang mana Kiai Hasyim Asy’ari ini adalah dulu pernah mondok di Pesantren Siwalan Panji yang diasuh oleh Kiai Yakub. Kiai Yakub ini punya putri namanya Bu Nyai Khadijah. Nah, karena Kiai Hasyim ini adalah santri dan pandai lalu diambil menantu oleh Kiai Yakub. Kemudian beberapa tahun kemudian Kiai Hasyim menunaikan ibadah haji di Mekkah dengan Bu Nyai Khadijah.
Nah, Kiai Khozin ini ini adalah juga menantunya Kiai Yakub. Jadi Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari dengan Kiai Khozin ini sama-sama menantu dari Kiai Yakub. Jadi Kiai Hasyim Asy’ari sama Kiai Khozin ini adalah sama-sama ipar dari dari apa dari Kiai Yakub pengasuh pondok pesantren Sewalan Panji.
Selain bersilaturahmi, rombongan IKAPETE juga mendapatan beberapa kisah saat reruntuhan bangunan itu terjadi dan menimpa santri.
“Allah sudah menakdirkan kejadian terjadi tetapi yang saya sempat ingat adalah penuturan Kiai Abdussalam ketika tim SAR menceritakan bahwa di saat evakuasi reruntuhan tersebut bahwa di bawah reruntuhan yang sudah berhari-hari itu masih terdengar bacaan-bacaan selawat dari santri itu. Yang kedua, meskipun bangunan itu sudah runtuh, penuturan dari korban yang selamat, mereka masih sempat melakukan salat berjamaah di bawah reruntuhan,” terang ust Malik dari cerita pengasuh.
“Meskipun musalahnya runtuh tapi keimanan mereka tidak pernah runtuh. Mereka tetap istiqomah melaksanakan perintah Allah, salatnya tidak pernah ditinggal meskipun dalam kondisi sakit dirawat dengan kondisi pakai oksigen, pakai infus,” pungkas ust Malik dari cerita Pengasuh PP Al-Khoziny.
Pewarta: Dimas Setyawan
Editor: Sutan
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

