Luar Biasa! Mahasantri Torehkan Prestasi Gemilang di Kancah Sastra Nasional

Luar Biasa! Mahasantri Torehkan Prestasi Gemilang di Kancah Sastra Nasional


Muhamad Damar Prayogi saat membacakan puisinya (doc. pribadi)

Tebuireng.online— Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng semester 3 asal Pemalang, Muhamad Damar Prayogi, mencuri perhatian dengan sederet prestasi membanggakan di bidang sastra. Di tengah padatnya jadwal kuliah dan kegiatan organisasi, ia tetap mampu menorehkan nama di panggung nasional lewat lomba cipta dan baca puisi yang diikuti secara daring.

Seperti pengakuannya, meski belum memiliki peralatan memadai untuk membuat video lomba, seperti kamera, mic clip-on, dan tripod, hal itu tidak menjadi penghalang. Damar tetap mengirimkan karya terbaiknya dengan meminjam perlengkapan dari teman. Ia mengaku, keterbatasan justru memberinya dorongan untuk terus melangkah.

“Saya tidak ingin masa kuliah hanya diisi dengan kuliah dan organisasi. Saya ingin menjadikannya sebagai ruang berkarya dan memperluas pengalaman,” ungkap Damar saat diwawancarai, Senin (6/10).

Baca Juga: Mewakili Indonesia, Mahasantri Tebuireng Habib Yusra Sabet Juara 1 MQK Internasional

Setiap puisi yang dibacakan atau diciptakan ia persiapkan dengan serius, meskipun di tengah kesibukan. Latihan dilakukan sendiri, kapan pun ada waktu luang. Damar menyebut, ia tidak memiliki waktu latihan khusus, tetapi berusaha maksimal di setiap kesempatan yang ada.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Latihan saya fleksibel. Biasanya di sela-sela waktu kuliah atau malam hari. Saya lebih nyaman berlatih sendiri karena bisa lebih fokus pada penghayatan,” katanya.

Damar juga menjelaskan bahwa proses menulis satu puisi bisa memakan waktu 7 hingga 10 hari, tergantung pada ide dan suasana hati. Ia mengaku banyak terinspirasi oleh Peri Sandi Huizche, seorang pembaca puisi yang menurutnya mampu menyampaikan emosi dan makna dengan sangat kuat.

Salah satu lomba yang paling menantang baginya adalah lomba baca puisi dalam rangka Milad ke-48 Bimbingan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Damar menilai persaingan sangat ketat karena hanya satu juara utama yang dipilih dari peserta dengan kemampuan yang rata-rata tinggi.

Baca Juga: Ukir Prestasi Internasional, Mudir Ma’had Aly Tegaskan Komitmen Tafaqquh Fiddin Tebuireng

“Pesertanya luar biasa semua, dan hanya satu pemenang yang dipilih. Itu jadi momen pembuktian diri saya yang paling berat,” ujarnya.

Seluruh lomba yang diikuti Damar berlangsung secara online, dengan sistem pengiriman video pembacaan puisi. Meski demikian, atmosfir kompetisinya tetap terasa sangat kompetitif. Damar bersyukur atas pencapaian yang diraihnya, dan tak lupa mengungkapkan dukungan besar yang datang dari keluarga dan lingkungan kampus.

“Orang tua selalu mendukung penuh dan mendoakan. Dari pihak kampus juga sangat suportif, terutama dari para dosen dan idariyyin di Ma’had Aly. Bahkan Wakil Mudir Bidang Kemahasantrian juga memberikan ucapan selamat langsung,” katanya.

Ketika ditanya soal cita-cita ke depan, Damar menyebut belum terlalu memikirkan perlombaan internasional karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris. Namun ia punya keinginan untuk menjajal kompetisi syi’ir berbahasa Arab sebagai bentuk tantangan baru.

“Untuk lomba internasional mungkin belum saatnya. Tapi ke depan saya ingin mencoba menulis dan ikut lomba syi’ir Arabiy, supaya bisa menantang diri dalam karya lintas bahasa,” ujarnya.

Dari semua pengalaman yang dijalaninya, Damar mengaku bahwa pelajaran paling berharga adalah soal keberanian melawan rasa ragu terhadap diri sendiri.

“Musuh terbesar bukan pesaing dari luar, tapi keraguan dalam diri sendiri. Ketika kita mulai percaya, semua hal jadi terasa mungkin,” tutupnya.

Baca Juga: Bacakan Puisi Santri dan Kiai, Mahasantri Sabet Juara 3 Tingkat Nasional

Berikut daftar lomba sastra nasional yang diikuti Muhamad Damar Prayogi selama bulan September hingga Oktober 2025:

  1. Juara Favorit – Lomba Cipta Puisi yang diselenggarakan oleh HMPS Tasawuf dan Psikoterapi UIN KH. Abdurrohman Wahid Pekalongan, dengan karya “Jejak Menuju Sang Kekasih” (15 September 2025).
  2. Juara 2 – Lomba Baca Puisi dalam rangka memperingati G30S 1965 yang diadakan oleh Gerakan Pemuda Berdampak, membawakan puisi “Mata Luka Sengkon Karta” karya Peri Sandi (30 September 2025).
  3. Juara Harapan 2 – Lomba Baca Puisi Pekan Kreativitas Seni Mahasiswa oleh HMPS Bimbingan Konseling Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dengan puisi “Aku” karya Chairil Anwar (26 September 2025).
  4. Juara 1 – Lomba Baca Puisi Milad ke-48 BKI oleh HMPS Bimbingan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono (1 Oktober 2025).


    Penulis: Albii  / Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *