Jalan Sepi di Jalan Santri

Jalan Sepi di Jalan Santri


Santri Tebuireng saat shalat berjamaah di masjid Pesantren Tebuireng. (foto: irsyad-TO)

Di Bawah Kubah Langit Pesantren

Di antara tembok-tembok tua yang diam

Ada angin yang membawa doa

Menyusup ke celah jendela kayu

Mengetuk hati yang masih belajar arti ikhlas

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

 

Malam datang dengan azan yang menggema

Langit menunduk mendengar lantunan ayat-ayat suci

Di sini, sunyi bukan kesepian

Tapi jalan pulang bagi jiwa yang gelisah

 

Di bawah kubah ini

Ada ribuan rahasia yang hanya diketahui sajadah

Dan sepasang mata yang basah

Karena rindunya pada Tuhan


Doa yang Terselip di Ujung Sajadah

Ada nama yang kutitipkan

Pada sujud panjang yang tak pernah usai

Bukan untuk dunia, bukan untuk pujian

Tapi agar hatiku tetap tinggal dalam genggaman-Mu

 

Di luar sana, dunia berlari

Mencari arti di antara riuh yang tak mengenal hening

Tapi di sini, di atas sajadah kecilku

Aku temukan langit tanpa batas

 

Tuhan, jika rindu ini adalah jalan

Maka biarkan langkahku selalu menuju-Mu

Meski kaki ini lelah

Meski dunia menawarkan seribu jalan yang lain


Langkah Sepi di Jalan Santri

Subuh-subuh kami berjalan

Menyusuri jalan becek yang penuh rahmat

Dengan kitab kuning dipelukan

Dan doa yang diam-diam terucap di bibir

 

Kami tidak memiliki harta

Hanya ilmu yang sedang kami genggam dengan hati-hati

Agar kelak bisa kami pulangkan

Sebagai cahaya untuk mereka yang tersesat

 

Di jalan ini, sepi bukan musuh

Ia adalah guru yang mengajarkan sabar

Dan pesantren adalah rumah

Yang mengajarkan bagaimana mencintai Tuhan tanpa syarat



Penulis: Syifa Dwi Abdiani

Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *