
Di Bawah Kubah Langit Pesantren
Di antara tembok-tembok tua yang diam
Ada angin yang membawa doa
Menyusup ke celah jendela kayu
Mengetuk hati yang masih belajar arti ikhlas

Malam datang dengan azan yang menggema
Langit menunduk mendengar lantunan ayat-ayat suci
Di sini, sunyi bukan kesepian
Tapi jalan pulang bagi jiwa yang gelisah
Di bawah kubah ini
Ada ribuan rahasia yang hanya diketahui sajadah
Dan sepasang mata yang basah
Karena rindunya pada Tuhan
Doa yang Terselip di Ujung Sajadah
Ada nama yang kutitipkan
Pada sujud panjang yang tak pernah usai
Bukan untuk dunia, bukan untuk pujian
Tapi agar hatiku tetap tinggal dalam genggaman-Mu
Di luar sana, dunia berlari
Mencari arti di antara riuh yang tak mengenal hening
Tapi di sini, di atas sajadah kecilku
Aku temukan langit tanpa batas
Tuhan, jika rindu ini adalah jalan
Maka biarkan langkahku selalu menuju-Mu
Meski kaki ini lelah
Meski dunia menawarkan seribu jalan yang lain
Langkah Sepi di Jalan Santri
Subuh-subuh kami berjalan
Menyusuri jalan becek yang penuh rahmat
Dengan kitab kuning dipelukan
Dan doa yang diam-diam terucap di bibir
Kami tidak memiliki harta
Hanya ilmu yang sedang kami genggam dengan hati-hati
Agar kelak bisa kami pulangkan
Sebagai cahaya untuk mereka yang tersesat
Di jalan ini, sepi bukan musuh
Ia adalah guru yang mengajarkan sabar
Dan pesantren adalah rumah
Yang mengajarkan bagaimana mencintai Tuhan tanpa syarat
Penulis: Syifa Dwi Abdiani
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

