
Tebuireng.online— Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), Pesantren Tebuireng menggelar refleksi kemerdekaan dengan tema “Pesantren Tebuireng Pencentak Pejuang dan Pemersatu NKRI”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Sabtu (16/8/2025) malam.
Pada kesempatan itu, Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, menceritakan kepada para santri bagaimana peranan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dalam memberikan kontribusi terhadap kemerdekaan Indonesia. Menurutya sosok Kiai Hasyim Asy’ari sangatlah teguh sejak awal, untuk menjujung kemerdekaan Indonesia, agar dapat terlepas dari para penjajah kala itu.
“Komitmen tersebut dilakukan oleh Kiai Hasyim dengan cara beliau mengajarkan bertani bercocok tanam, dan meningkatkan ekonomi kapada masyarakat kala itu. Karena bagi beliau hal terpenting bagi masyarakat adalah mengajarkan bagaimana ekonomi terlebih dahulu baru setelah itu mengajarkan ilmu syariat,” jelas Cicit Hadratussyaikh itu.
Tidak hanya mengajarkan ilmu syariat saja, setelah ketahanan pangan masyarakat sudah stabil. Tetapi beliau juga membuka majlis-majlis ta’lim dan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain.
Baca Juga: Refleksi Pesantren Tebuireng 1899-Kini; Perjalanan Panjang Warnai Indonesia

“Kemudian dibuatkanlah majlis ta’lim, kemudian beliau berkeliling ke tempat-tempat lainnya di tiap daerah. Beliau melalukan itu di tiap hari selasa. Jadi perjuangan beliau itu sangatlah keras,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Yai Kikin, Kiai Hasyim juga berusaha dapat membuat gerakan persatuan yang mempersatukan seluruh kelompok-kelompok Islam di Indonesia agar dapat bersatu padu dalam satu wadah yang bernama Majlis Islam A’la.
“Bagi beliau salah satu kunci kemerdekaan adalah persatuan, maka belaiau berusaha agar dapat mengumpulkan organisasi-organisasi yang begitu banyak beliau kumpulkan dan dijadikan sebuah wadah organisasi yang bernama Majlis Islam A’la. Yang pada wadah organisasi tersebut terdapat faham ideologi Islam antara lain; Muhammadiyyah, Wahabi, Persis, Ahmadiyah, NU, dan lain-lainnya.”
Bagi Ketua PWNU ini, itulah kehebatan Kiai Hasyim yang bisa mengumpulkan organisasi meskipun beda pemahaman.
Selain menjelaskan bagaimana peran sosok dari Kiai Hasyim Asy’ari kepada para santri, KH. Abdul Hakim Mahfudz juga mengajak para santri untuk melanjutkan warisan dari Kiai Hasyim Asy’ari
“Kiai Hasyim As’yari juga mewariskan dua hal yakni Pesantren Tebuireng dan juga Nadhatul Ulama. Semoga kalian yang santri-santri-nya bisa melanjutkan perjuangan beliau,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, H. Lukman Hkim BA, Mudir Pembinaan Pondok Pesantren Tebuireng, juga turut mengajak para santri untuk dapat meneruskan kemerdekaan yang tak terlepas dari perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari.
“Kita tahu kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan dari Kiai Hasyim, maka para santri mari dapat meneruskan kemerdekaan Indonesia dengan cara belajar dengan giat,” nasihatnya untuk santri Tebuireng.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

