
Di dunia yang bising dengan standar kecantikan, tak heran jika banyak perempuan tumbuh dengan perasaan minder hanya karena wajahnya tidak seperti yang tampil di layar kaca. Tidak seperti para selebgram dengan filter yang menyulap pipi jadi tirus dan kulit jadi terang. Tidak seperti bintang iklan dengan rambut sempurna dan senyum merekah. Tidak seperti mereka yang, kata orang, “enak dilihat”.
Lalu bagaimana denganmu yang setiap hari berusaha cukup tapi selalu merasa kurang? Yang menatap cermin lebih sering untuk mencari kekurangan daripada sekadar tersenyum pada diri sendiri? Yang mulai percaya bahwa cinta dan penerimaan hanya akan datang pada mereka yang memenuhi standar visual yang katanya ideal?
Baca Juga: Nawal El-Saadawi: Suara Perempuan di Tengah Patriarki Mesir
Sampai kapan perempuan harus terus dibebani dengan kalimat “cantik dulu baru dicintai”? Sampai kapan perempuan merasa harus menunggu seseorang datang memilihnya, padahal ia sendiri tidak tahu apa yang bisa ditawarkan selain penampilan?
Padahal, perempuan punya nilai lebih dari sekadar wajah. Jauh lebih dalam dari kulit, lebih hangat dari senyum di bibir, dan lebih kuat dari bentuk tubuh. Tapi sayangnya, dunia kadang terlalu malas untuk mengenal lebih jauh. Terlalu cepat menilai dari penampilan, lalu lupa menggali isi pikiran, hati, dan jiwa yang sesungguhnya.

Padahal kecantikan fisik bukan jaminan hidup yang bahagia. Kita bisa menyaksikan sendiri, betapa banyak perempuan yang cantik tapi diperlakukan tidak layak. Betapa banyak yang sesuai standar wajah, tapi hatinya patah oleh pasangan yang tak menghargai. Karena ternyata, cantik saja tidak cukup jika dunia hanya melihatmu sebagai pajangan, bukan sebagai pribadi utuh.
Dan kamu yang mungkin merasa tidak cantik di mata dunia jangan buru-buru merasa kalah. Dunia boleh tak melihatmu sekarang, tapi itu bukan berarti kamu tak layak dilihat. Mungkin memang matamu tidak sebesar milik mereka yang selalu dipuji, tapi siapa tahu dari matamu justru keluar pandangan yang penuh kasih dan ketulusan? Mungkin senyummu tidak sering diabadikan kamera, tapi bisa jadi senyummu justru satu-satunya yang membuat orang lain merasa tenang.
Jangan pikir kamu tak punya daya tarik hanya karena tak sesuai tren. Percayalah, kepribadian yang tulus dan cara bicaramu yang jujur bisa lebih menarik daripada pulasan lipstik paling mahal. Kesabaranmu saat menghadapi masalah, sikap lembutmu saat mendengar curhat teman, dan semangatmu menjalani hidup itu semua adalah pesona yang tidak bisa dibeli.
Baca Juga: Di Mana Tempat Paling Aman untuk Perempuan?
Dunia hanya mengajarkan perempuan untuk tampil sempurna, tapi tidak mengajarkan bagaimana cara mencintai diri apa adanya. Kita diajarkan bahwa perempuan harus bisa merawat diri, tapi tidak pernah diajarkan bahwa merawat hati dan pikiran juga sama pentingnya.
Berapa banyak dari kita yang merasa minder karena dibandingkan terus-menerus? Karena orang lain berkata, “Kalau kamu lebih kurusan pasti cantik,” atau “Coba kamu dandan sedikit, biar kelihatan menarik.” Kadang komentar-komentar seperti itu tidak bermaksud menyakiti, tapi percayalah, luka paling dalam justru datang dari kata-kata yang terdengar biasa.
Sudah saatnya perempuan berhenti menilai diri sendiri dari kacamata orang lain. Karena kamu bukan dibuat untuk jadi orang lain. Kamu dibuat untuk menjadi dirimu utuh dengan segala kelebihan dan kekurangan. Nilai diri bukan ditentukan dari seberapa banyak yang memuji, tapi dari seberapa kamu bisa berdamai dengan diri sendiri.
Dan untuk urusan cinta percayalah, cinta yang benar tidak butuh wajah sempurna. Cinta yang benar datang pada mereka yang siap saling menerima, bukan saling menuntut. Jangan habiskan hidup mengejar cinta yang hanya tertarik pada kulit luar, karena itu bukan cinta itu hanya kekaguman sementara.
Yang akan bertahan adalah orang yang mencintai caramu berpikir, caramu tertawa, caramu menenangkan. Bukan hanya caramu berdandan. Bukan hanya bentuk wajahmu di hari pertama.
Baca Juga: Suara Perempuan di Balik Tulisan
Maka mulai sekarang, berhentilah merendahkan diri hanya karena kamu tidak seperti mereka. Kamu bukan hasil editan. Kamu nyata. Dan justru karena kamu nyata, kamu berharga.
Bersyukurlah jika kamu punya hati yang tulus, karena itu tidak bisa dibeli. Bersyukurlah jika kamu punya cara bicara yang santun, karena itu jarang. Bersyukurlah jika kamu punya pemikiran yang dalam, karena itu tidak semua orang punya. Jadikan itu alasan untuk bangga, bukan minder.
Karena perempuan tidak seharusnya diukur dari kulit wajah, tapi dari isi pikirannya. Tidak hanya dilihat dari warna bibir, tapi dari sikap dan karakternya. Dan jika kamu merasa dunia belum bisa melihatmu, tak apa. Karena yang terpenting adalah kamu sudah mulai melihat dirimu sendiri dengan penuh cinta. Cantik itu bukan syarat untuk bahagia. Bahagia justru yang membuatmu cantik. Dan kamu pantas bahagia, meski dunia tak selalu menganggapmu cukup cantik.
Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

