
Sebenernya tidak ada yang mudah dari sebuah kehilangan. Apalagi jika yang hilang adalah seseorang yang pernah kita doakan secara diam-diam tiap malam, kita sebut dalam sujud, atau bahkan sudah kita bayangkan sebagai bagian dari masa depan kelak. Perihal patah hati, bagi muslimah memang bukan sekadar cerita cinta yang kandas, tapi juga tentang belajar ikhlas, sabar dan percaya bahwa takdir Allah tak pernah salah dan suatu yang tertakar tidak akan tertukar.
Saat ditinggalkan, dikhianati atau cinta tak terbalas, memang seringkali yang kita rasakan bukan hanya rasa sedih, tapi juga kecewa pada takdir yang melanda. Sebagai manusia, pasti kita akan bertanya, “kenapa aku? Padahal aku sudah menjaga diri, aku sudah berdoa dan meminta…”
Baca Juga: Kepingan Cinta yang Hilang
Namun justru di titik patah itulah, Allah sedang memanggil kita untuk pulang dan memeluk kita begitu dalam. Patah hati bukan berarti Allah membenci, tapi bisa jadi suatu bentuk kasih sayang versinya karena dia ingin kita belajar mencintai sesuatu dengan cara yang lebih baik dan benar. Serta mencintai dirinya yang lebih dulu, sebelum mencintai makhluk yang diciptakannya.
Cinta yang paling setia hanya milik Allah semata

Tak ada sebuah cinta yang lebih setia dari cinta nya allah kepada setiap hambanya. Saat manusia sedang berpaling pun Allah tetap menetap dan membersamai kita. Saat kita hancur karena seseorang, karena ciptaanya, allah tak pernah lelah mendengar setiap tangisan kita di sepertiga malam.
“Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah,” (Qs. Al-Baqarah:165)
Sebab, ketika cinta kepada allah tak akan membuat kita hilang arah atau buta mata dan telinga. Justru semakin kita mencintainya, hati kita akan jadi lebih tenang dan damai. Sebab kita tahu, cinta sejati tak akan pernah menyakiti, tak akan pernah ingkar janji, dan tak akan pernah meninggalkanmu seperti yang di lakukan oleh manusia didunia nyata.
Patah hati bisa menjadi titik hijrah dan bermuhasabah
Banyak muslimah yang justru menemukan jalan hijrahnya lewat patah hati. Saat hati hancur, dunia terasa hampa, dan satu-satunya tempat pulang hanyalah Allah. Shalat yang dulu sekadar rutinitas, kini menjadi tempat curhat yang paling melegakan. Air mata yang dulunya untuk manusia, kini jatuh saat tilawah atau sujud panjang di malam hari. Bukankah itu indah? Allah sedang mengajari kita bahwa cinta yang membuatmu lupa kepada-Nya bukanlah cinta yang layak dipertahankan
Jangan takut patah hati, takutlah jika jauh dari Allah
Terkadang kita memang tidak bisa menghindari rasa sedih yang kita rasakan. Tapi jangan pernah biarkan kesedihan itu malah membuatmu menjauh dari allah. Jangan sampai, karena patah hati itu, kita malah meninggalkan sholat, sudah tak lagi percaya pada cinta yang halal, atau bahkan menutup diri dari harapan baik orang yang datang.
Baca Juga: Cinta Allah Sumber Segala Cinta
Allah adalah maha menyembuhkan. Yang perlu kita lakukan hanyalah membuka hati dan terus memperbaiki diri. Menangislah jika perlu, tapi jangan sampai berhenti melangkah. Karena siapa tahu, di balik patah hati yang melandamu, Allah sedang menyiapkan jodoh terbaik yang akan datang dengan cara yang mulia.
Para muslimah yang semoga selalu istikamah, kamu berhak bersedih dan menangis atas apa yang datang dan pergi. Tapi jangan sampai lupa, kamu juga berhak bahagia dan ceria. Jangan pernah membiarkan luka membuatmu kehilangan arah dan lupa allah. Jadikan patah hatimu sebagai bahan bakar untuk lebih dekat kepada sang maha pembolak balik hati setiap manusia. Karena pada akhirnya, cinta yang paling aman, paling menyembuhkan dan paling memuliakan mu adalah cinta yang datang dari allah.
Penulis: Wan Nurlaila Putri
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

