RMI PBNU Gelar Pembukaan Nasyrus Sanad dan Musyawarah Transformasi Pesantren

RMI PBNU Gelar Pembukaan Nasyrus Sanad dan Musyawarah Transformasi Pesantren


Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Arif, sampaikan sambutan dan laporan kegiatan mewakili panitia (foto: dimas)

Tebuireng.online— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) menggelar kuliah umum dan pembukaan program Nasyrus Sanad serta Musyawarah Nasional bertema “Transformasi Pesantren: Merawat Tradisi, Membangun Inovasi” pada Sabtu (12/7/2025). Acara ini berlangsung di aula lantai 3 gedung Yusuf Hasyim, Pesantren Tebuireng, Jombang.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting NU dan nasional, antara lain KH. Miftachul Akhyar (Rais ‘Aam PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU), KH. Abdul Hakim Mahfudz (Pengasuh Pesantren Tebuireng), Dr. (H.C.) KH. Zulfa Mustofa, Prof. Masdar Hilmy, Ph.D, serta Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.

Baca Juga: Prof. Masdar Hilmy Ingatkan Kaum Pesantren agar Miliki Nalar Nubuwwah

Sebanyak 203 peserta mengikuti acara ini, terdiri dari jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, PWNU, PCNU, pengasuh 50 pesantren utama program Nasyrus Sanad, 100 pengasuh pesantren Jawa Timur dan Jawa Tengah serta perwakilan dari Kementerian Agama dan pemerintah daerah.

Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Arif, dalam laporannya menyampaikan bahwa Program Nasyrus Sanad telah dirancang sejak dua tahun lalu sebagai upaya menyambung sanad keilmuan pesantren dengan sanad keilmuan Muassis NU, KH. Hasyim Asy’ari, hingga Rasulullah. Program ini juga diharapkan menjadi wadah untuk membangun jejaring antar pesantren, khususnya para alumni dan dzurriyah pesantren, dalam rangka menggerakkan transformasi kelembagaan pesantren di Indonesia.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Nasyrus Sanad ini adalah program penting untuk menjaga kesinambungan sanad keilmuan dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, sekaligus membangun jejaring pesantren menuju transformasi yang lebih terstruktur,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa program ini akan berlangsung selama dua minggu, hingga 26 Juli 2025, dengan lima sesi pengajian sanad dan forum musyawarah setiap harinya.

Kuliah umum dalam pembukaan Nasyrus Sanad di Pesantren Tebuireng Jombang.

Dalam sambutannya, KH. Abdul Hakim Mahfudz menyampaikan bahwa Pesantren Tebuireng sejak dahulu berkomitmen menjaga sanad keilmuan. “Tradisi menjaga sanad ini terus dirawat dari masa KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahid Hasyim, KH. Idris Kamali, hingga KH. Sukarto Abdul Aziz. Setiap bulan Ramadan, pengajian sanad tetap berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, menegaskan pentingnya seluruh pesantren di Indonesia terhubung dengan sanad keilmuan KH. Hasyim Asy’ari. “Kita harapkan 42 ribu pesantren di Indonesia kelak memegang sanad dari Tebuireng, sebagai poros keilmuan pesantren,” tegasnya.

Baca Juga: Prof. Pratikno: Transformasi Pesantren Dimulai dari Tata Kelola yang Matang

Kuliah umum turut diisi dengan pemaparan sejumlah tokoh. Dr. KH. Zulfa Mustofa menjelaskan pentingnya sanad sebagai ikhtiar merawat tradisi keilmuan pesantren di tengah tantangan zaman. Sementara itu, Prof. Masdar Hilmy memaparkan strategi transformasi pendidikan pesantren agar dapat berintegrasi secara global, termasuk dalam pengembangan nilai, metode, dan jaringan pendidikan. Adapun Prof. Dr. Pratikno menekankan pentingnya transformasi tata kelola pesantren dalam aspek SDM, kelembagaan, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat.

Acara ini didukung penuh oleh PBNU, Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Pesantren Tebuireng sebagai tuan rumah. Program ini menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan zaman sekaligus mempertahankan jati diri pesantren sebagai pilar pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan sosial masyarakat.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary



Wisata

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *