
Tebuireng.online— Dalam rangka memberikan edukasi kebersihan lingkungan di tengah kalangan para santri, Unit Kebersihan Kerapian Linkup Pondok (UKKLP) mengajak tim Bank Sampah Tebuireng (BST) untuk memberikan edukasi pada santri terhadap pentingnya menjaga kebersihan.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan pada Jumat (5/9), melibatkan perwakilan 50 santri dari organisasi unit yang berada di Pondok Putra Pesantren Tebuireng. Yang mana 50 santri inilah yang akan menjadi pionir-pionir dari kebersihan Pesantren Tebuireng ke depannya.
Agar mendapatkan maksimal untuk edukasi kebersihan lingungan bagi santri, Bu Nyai Lelly Lailiyah Hakim, turut serta membersamai kegiatan edukasi tersebut, agar para perwakilan santri mendapatkan motivasi penuh dari beliau.
Baca Juga: Direktur BST Ajak Santri Melek Kebersihan Linkungan Pondok
Beliau mengatakan kepada para santri, bahwa hal yang terpenting pendidikan di Pesantren Tebuireng adalah pendidikan karakter, selain mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada para santri.

“Di Pesantren Tebuireng, kalian diajarkan bagaimana menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Ini adalah salah satu pendidikan karakter yang ditanamkan kepada santri, selain belajar ilmu agama di pondok pesantren,” ungkap istri Pengasuh Pesantren Tebuireng itu.
Bu Nyai Lelly, mengingatkan pada santri bahwa dalam pembangunan pendidikan karakter di rumah dan di pondok pesantren, memiliki perbedaan. Bahwa bila membangun pendidikan di karakter di pondok pesantren untuk bisa mengajak santri menjaga kebersihan di masing-masing kamar, wisma dan pondok rumusnya adalah 3 M: Melihat, Mencotoh dan Melakukan.
Di sini beliau menyebutkan bahwa contoh baik pertama dalam pendidikan karakter tersebut adalah, Pengasuh, kemudia pengurus pondok yakni para assatidzz dan guru-guru di sekolah.
Tak lupa beliau juga menjelaskan bahwa salah satu cara untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan pondok pesantren adalah dengan harus menjaga kebersihan hati.
Baca Juga: Santri Harus Punya Karakter Peduli terhadap Lingkungan
“Saat kita bisa bersih hati kita, maka kita bisa menerima semua ilmu, semua wejangan, semua perkaat baik. Termasuk memulai menjaga kebersihan lingkungan dari sampah,” pesannya.
Tak lupa, untuk dapat menguatkan karakter para santri, Bu Nyai Lelly Lailiyah Hakim memperkenalkan budaya BERKAH yang saat ini sedang gencar disosialisasikan di Pesantren Tebuireng.
“BERKAH yang ada di Pesantren Tebuireng memberikan makna tersendiri yakni, B-nya Berkah. E-nya itu Etika. R-nya itu Religius. A-nya Itu Amal Sholeh, dan terakhir K-nya adalah Kreatif. Jadi, budaya berkah adalah keinginan dari kami semua, yaitu dari pengasuh, pengurus yang mana semuanya bahwa santri-santri itu harus menjiwai atau berbudaya berkah,” terangnya.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

