
Doa yang Tenang
Kupijak sunyi dengan hati lapang
kutinggalkan riuh dan hasrat yang bimbang
di antara angin yang lembut menjulang
kutemukan damai di ujung sembahyang
tak perlu gemuruh untuk merasa terang
cahaya mengalir di sela-sela ruang
langit menunduk dalam zikir yang panjang
tuhan mendekapku tanpa suara riang
dan ketika dunia berlalu gemilang
kusapa sesama bagai kawan sehalang
tak kupilih kasih tak kubendung arang
karena cinta tumbuh di tanah yang lapang
Menuju Menang
Kusulam harapan di hari yang retak
kutapaki waktu meski penuh gerak
setiap luka kuterima bijak
karena tuhan pun menyusun takdir tak sempat ditolak
kuhimpun doa dalam langkah yang kuat
tak hanya untukku tapi juga sahabat
kupeluk tangis yang merintih lebat
agar tiap duka tak terasa sempat

menang bukan soal tinggi atau hebat
melainkan hati yang terus taat
dan tangan yang hangat pada jiwa yang penat
itulah puncak dari hidup yang nikmat
Pelukan Cahaya
Kulihat dunia dengan senyum terbuka
tak hanya untukku namun juga mereka
yang jatuh terhempas dalam luka luka
kusodorkan kasih bagai cahaya
senang bukan pesta bukan pula tahta
melainkan tawa yang tak menyiksa
berbagi rezeki walau hanya secercah rasa
dan ingat tuhan di tiap jeda
kuingin tertawa tanpa menutup mata
pada tangis yang lirih dan cerita
karena hidup bukan soal siapa
melainkan bersama menuju surga
Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary
Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

