
Jalan Pengorbanan
Di jalan panjang bertabur luka
kutinggalkan jejak yang tak sempat kubaca
darah di telapak waktu mengering jadi makna
dan cinta yang dulu menghangat kini jadi bara
kupikul langit yang runtuh pelan
di pundak lelah para pejuang harapan
mereka yang menanam tubuhnya di tanah
agar tumbuh roti untuk anaknya yang resah
tak ada pesta dalam perjuangan
hanya peluh yang dicatat dalam diam
dan tangis yang ditanam dalam senyuman
demi esok yang tak lagi penuh kehilangan
Kenangan di Kotak Hujan
Musim hujan datang tanpa permisi
menyapu halaman waktu dengan air sunyi
kenangan terbuka seperti buku tua
halamannya basah oleh tangis yang tak sempat ditulis
di balik jendela yang berembun
terdengar nama yang gugur tanpa pelukan
dalam deras yang mencabik malam
kutemukan rindu yang tak sempat pulang
hujan bukan sekadar cuaca
ia membawa aroma kehilangan
dan gema langkah yang tak pernah kembali
di lorong waktu yang retak dan sepi
Doa Rakyat yang Menjerit
Di langit yang koyak oleh derita
ada suara tak terdengar oleh istana
jeritan rakyat ditelan bising pesta
dan perihnya diubah jadi angka di meja
mereka berdoa dengan perut kosong
menyebut nama Tuhan dalam napas ompong
mengharapkan mujizat dari langit yang kelam
di mana keadilan hanya bayang di malam
tangan-tangan kurus terulur ke angin
mencari makna hidup dalam reruntuhan mimpi
namun bumi diam
langit bisu
dan doa hanya gema yang pulang tanpa jawab
Penulis: Ummu Masrurah

Wisata
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru

